Berpartisipasi Aktif dalam Penanggulangan Bencana Tahun 2019, Pemprov Bali Dapat Penghargaan

Berpartisipasi Aktif dalam Penanggulangan Bencana Tahun 2019, Pemprov Bali Dapat Penghargaan dari BNPB  

Dokumentasi BPBD Bali
Foto: Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin mewakili Gubernur Bali Wayan Koster menerima penghargaan Partisipasi Aktif dalam Penanggulangan Bencana Tahun 2019 dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Doni Monardo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana yang dilaksanakan dari 3 hingga 4 Pebruari 2020 di Sentul Internasional Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mendapatkan penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kepala BNPB Letnan Jenderal Doni Monardo itu diberikan karena Pemprov Bali ikut berperan aktif dalam Penanggulangan Bencana tahun 2019.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana yang dilaksanakan dari 3 hingga 4 Pebruari 2020 di Sentul Internasional Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat.

Rentin yang hadir menerima penghargaan mewakili Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan, bahwa Pemprov Bali termasuk wilayah tengah yang menerima penghargaan bersama dua provinsi lainnya, yaitu Kalimantan Timur dan Gorontalo.

Wagub Bali Sempatkan Datang ke Bandara Pada Penerbangan Terakhir ke China

Nikita Mirzani Ceritakan Momen Sedih 3 Hari di Penjara, Bayinya Terpaksa Minum Air Putih

Tes SKD CPNS Buleleng Dilaksanakan 10 Februari 2020, Sebanyak 6.227 Orang Akan Menguikuti SKD Ini

"Penghargaan ini adalah sebuah tanggung jawab sekaligus tantangan agar Pemprov Bali melalui BPBD lebih giat dan serius lagi dalam upaya penanggulangan bencana, khususnya dalam upaya pencegahan, mitigasi bencana dan kesiapsiagaan," kata Rentin melalui keterangan tertulisnya.

Selain kepada pemerintah provinsi, penghargaan juga diberikan kepada berbagai unsur kementerian atau lembaga di tingkat pusat, pemerintah kabupaten dan kota, unsur akademisi hingga relawan.

Penghargaan turut diberikan kepada unsur media, baik cetak, televisi, radio serta media daring (online) yang selama ini banyak memberitakan tentang kebencanaan sebagai upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Rentin mengatakan, Rakornas yang mengusung tema "Penanggulangan Bencana Urusan Bersama," itu pada hari pertama diisi dengan panel seminar nasional.

Seminar tersebut berisi berbagai panel dengan membahas berbagai topik, antara lain panel 1 bidang manajemen bencana, panel 2 bidang ancaman geologi dan vulkanologi (gempa bumi, tsunami, likuifaksi, erupsi gunungapi) dan panel 3 bidang ancaman bencana hidrometeorologi (kekeringan, karhutla dan perubahan iklim).

Selain itu juga ada panel 4 bidang ancaman hidrometeorologi (banjir, banjir bandang, longsor, angin puting beliung dan abrasi), panel 5 bidang ancaman akibat limbah dan kegagalan teknologi serta panel 6 bidang sosialisasi keluarga tangguh bencana (KATANA) dan edukasi kebencanaan.

Pada puncak Rakornas juga dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Rentin mengatakan, dalam pidatonya Presiden Jokowi menekankan agar pemerintah pusat dan daerah agar bersinergi di dalam upaya pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan, termasuk pengendalian tata ruang berbasis pengurangan risiko bencana.

"Pemerintah daerah diharapkan segera menyusun rencana kontijensi dan penanggulangan bencana harus dilaksanakan dengan pendekatan kolaboratif atau pentahelix," tutur Rentin. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved