Cerita Wanita 73 Tahun yang Didiagnosis Virus Corona 'Syok dan Tak Bisa Bernapas'

Selama dalam karantina, dia mengisahkan menderita pneumonia dan batuk parah, serta harus terus dimonitor

Sky News
Jaimuay Sae-ung, wanita asal Thailand yang sembuh setelah terkena virus corona. Dia mengaku syok serta tak bisa bernapas setelah didiagnosa 

TRIBUN-BALI.COM, BANGKOK - Seorang wanita di Thailand mengungkapkan momen ketika dia "syok dan tak bisa bernapas" setelah didiagnosa terinfeksi virus corona.

Jaimuay Sae-ung menuturkan, dia terkena demam ketika pulang ke Negeri "Gajah Putih" pada Desember lalu, dilaporkan Sky News Selasa (4/2/2020).

"Saya tahu (terkena virus corona) ketika saya datang ke rumah sakit. Saya merasa sedikit sedih, syok, lelah, dan tak bisa bernapas serta tak bisa makan," ujarnya.

Dokter langsung mengisolasi wanita 73 tahun itu ketika datang di rumah sakit Provinsi Nakhon Pathom, dengan pemeriksaan sinar X dilakukan.

Dia mengaku sempat bingung mengapa dibawa ke ruang isolasi, dengan tim dari pakar penyakit dalam pernapasan menganalisa hasil paru-parunya.

"Terdapat dua sampai tiga lapis kaca. Pada awalnya, saya takut bahwa aturannya bakal ketat. Saya juga diberi oksigen," kata Jaimuay.

Selama dalam karantina, dia mengisahkan menderita pneumonia dan batuk parah, serta harus terus dimonitor karena juga mengalami masalah jantung.

Dia adalah satu-satunya dari 18 orang yang bepergian ke China dan terbukti terkena virus Wuhan, diambil dari nama kota virus itu pertama kali terkonfirmasi.

Selain itu, dia adalah warga Thailand pertama yang terinfeksi.

Keluarganya sempat mengira bahwa Jaimuay bakal meninggal.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved