Pasca Ditetapkan Pergub No 1 Tahun 2020, Petani Arak di Sidemen Akan Gelar Syukuran 

Petani arak di Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, antusias menyambut Peraturan Gubernur (Pergub) No 1 Tahun 2020 terkait pengelolaan minuman fermentasi

Pasca Ditetapkan Pergub No 1 Tahun 2020, Petani Arak di Sidemen Akan Gelar Syukuran 
Tribun Bali/Saiful Rohim
Seorang warga melihat proses pembuatan arak di Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Kamis (6/2) kemarin. Proses pembuatan arak masih memakai peralatan tradisional. 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Petani arak di Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, antusias menyambut Peraturan Gubernur (Pergub) No 1 Tahun 2020 terkait pengelolaan minuman fermentasi serta distilasi khas Bali.

Mereka rencana mengelar syukuran dengan ditetapkanya pergub yang memihak ke petani.

Nyoman Redana, petani arak asal Tri Eka Buana mengatakan, petani arak berencana gelar syukuraan saat sugihan Bali dan Jawa.

Acara syukuran adalah bentuk ucapan syukur karena diterbitkan pergub terkait legal arak.

Fortuner Putih Kejar-kejaran dengan Polisi, Pengendara Ludahi Polisi hingga Tabrak Mobil dan Motor

Wabup Suiasa Buka Festival Bahasa Aksara dan Sastra Bali Kabupaten Badung

Subsidi untuk Liga 1 Indonesia Batal Naik Jadi Rp 15 Miliar, Kenaikannya hanya Segini

Petani merasa dapat perlindungan hukum dari pemerintah untuk memproduksi.

"Saat sugihan bali, kita (petani arak di Tri Eka Buana) akan gelar syukuran, bersamaan pembentukan koperasi arak. Petani arak sangat dibantu dengan peraturan gubernur. Ini bertanda pemerintah berpihak ke petani arak,"kata I Nyoman Redana, Kamis (6/2/2020).

Ditambahkan, peraturan terkait legalitas arak angin segar bagi petani arak.

Petani tak lagi kucing - kucingan dengan aparat kepolisian saat produksi maaupun mendistribusikan arak ke luar Karangasem.

RSUP Sanglah Peringati World Cancer Day dengan Senam, Talkshow dan Musik  

Bali Sedang Diterpa Kasus Babi Mati Mendadak, Kini Muncul Kasus Bangkai Babi di Penatih Denpasar

Viral Anak Bernama Alhamdulillah Rejeki Hari Ini, Ngidam Nasi Jinggo,Terinspirasi Seniman Jogja

"Sebelumnya petani kucing - kucingan saat mendistribusikn arak,"ungkap I Nyoman Redana.

Dengan disahkannya pergub, petani arak lebih semangat produksi arak. Sebelumnya hanya memproduksi 20 liter perhari, kini bisa caapai 30 - 40 liter perhari.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved