Waspada Virus Corona di Bali

Petugas Imigrasi Bali Berisiko Tertular Virus Corona, Ini Kata Kepala Pemeriksaan TPI Ngurah Rai

Seluruh personel Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai kini mengenakan Alat Pelindung Diri (APD)

(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)
Personel imigrasi yang bertugas di terminal Kedatangan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Setiap pekerjaan tentu memiliki risiko masing-masing. 

Apalagi pekerjaan yang berhadapan langsung dengan turis di saat mewabahnya virus dari luar negeri seperti halnya Corona.

Risiko ini juga mengancam personel Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai.

Terlebih virus Corona kini dengan cepat menyebar ke berbagai Negara di luar China.

“Risiko petugas tertular virus Corona? Sangat besar karena kita termasuk pintu pertama WNA masuk ke Indonesia. Jadi kita adalah pintu pertama bertemu orang asing jadi ya risikonya sangat besar,” ungkap Kepala Seksi Pemeriksaan II TPI Ngurah Rai, Alberto Vincensio Gianny Lake, Kamis (6/2/2020).

Tapi ia bersyukur hingga kini kondisi dirasa masih aman karena petugas sudah melindungi diri dengan sarung tangan dan masker sebagai upaya antisipasi virus Corona menulari petugas saat WNA memproses keimigrasiannya di Bandara,

Seluruh personel Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai kini mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker dan sarung tangan.

"Untuk aktivitas personel yang bertugas masih dilakukan seperti biasa tapi kami melengkapi petugas dengan sarung tangan dan masker untuk mencegah dampak virus Corona," ujarnya.

Penggunaan APD tersebut mulai diberlakukan sekitar akhir bulan Januari lalu setelah beredar informasi virus Corona yang terus menyebar.

Penggunaan masker dan sarung tangan sekarang ini mendapatkan respon yang cukup baik dari penumpang.

“Secara umum wisatawan juga merasa lebih aman karena petugas dilihat memakai pelindung diri ya. Jadi saya rasa begitu,” imbuhnya.

Alberto menambahkan, petugas imigrasi yang bertugas di Bandara Ngurah Rai ada sekitar 40 orang di Terminal Kedatangan dan 40 orang di Terminal keberangkatan.

"Itu untuk satu shift. Kami ada empat unit, setiap unit memiliki sekitar 80 petugas. Satu shift ada 80 personel yang dibagi dua di terminal dan bertugas satu hari ada tiga shift," jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved