Kisah Sedih Kakak Beradik di Rote Ndao NTT, Tinggal di Gubuk Reyot & Harus Bekerja demi Sesuap Nasi

Kakak beradik yang masih duduk di bangku sekolah Dasar (SD) Negeri Oelasin, Fernandus T Adu (13) dan Yunita Adu (11) terpaksa tinggal di gubuk reyot

Kisah Sedih Kakak Beradik di Rote Ndao NTT, Tinggal di Gubuk Reyot & Harus Bekerja demi Sesuap Nasi
Dok/Jekson Manuain
Foto: Jekson Manuain, seorang guru SDN Oelasin saat menyambangi gubuk reyot milik Fernandus dan Yunita, Jumat (31/1/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, ROTE NDAO- Kisah menyayat hati datang dari Des Oelasin, Kecamatan, Rote Barat Daya, di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kakak beradik yang masih duduk di bangku sekolah Dasar (SD) Negeri Oelasin, Fernandus T Adu (13) dan Yunita Adu (11) terpaksa tinggal di gubuk reyot tanpa orangtua. 

Dilansir Tribun Bali via Kompas.com, ayah dan ibu mereka tidak jelas keberadaannya.

Tempat tinggal dua bocah itu hanya beratap dan berdindingkan daun lontar.

Rumah mereka hanya berlantai tanah.

Di gubuk reyot itu, keduanya hidup tanpa penerangan listrik. Ketika malam, gubuk itu hanya diterangi satu lampu senter.

Agar bisa beli beras untuk makan, kakak-adik ini harus bekerja di tetangga.

"Setiap hari mereka bantu-bantu di tetangga. Menyayatkan hati memang melihat kondisi mereka ini," ungkap Jekson Manuain, guru SDN Oelasin, kepada Kompas.com saat dihubungi, Sabtu (8/2/2020).

Jekson sudah mengunjungi rumah kedua bocah itu pekan lalu. Kondisi gubuk mereka memang sangat memprihatinkan.

Tempat tidur mereka pakai kayu dan beralaskan karpet yang sudah lusuh dan robek.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved