Dapur dan Gudang Wayan Karang di Karangasem Hangus Terbakar

Api melahap 3 unit dapur milik Wayan Karang di Banjar Babakan, Desa Pringsari,Kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp. 30 juta

Dapur dan Gudang Wayan Karang di Karangasem Hangus Terbakar
Istimewa
Petugas Damkar dibantu kepolisian, BPBD, TNI, dan warga sekitar memadamkan kobaran api yang melahap gudang dan dapur Wayan Karang, Minggu (9/2/2020) dini hari. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Api melahap 3 unit dapur milik Wayan Karang di Banjar Babakan, Desa Pringsari, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali, Minggu (9/2/2020) sekitar pukul 03.30 WITA.

Semua isi dalam dapur tidak tersisa.

Atap dan pintu dapur hangus lantaran kobaran api membesar,dan dengan cepat menjalar.

Info dilapangan,  peristiwa nahas terjadi saat warga sedang istirahat.
Warga terbangun setelah api dalam membesar, dan menjalar.
Masyarakat sekitar berdatangan untuk padamkan kobaran api dengan alat sederhana.
Namun, si jago merah sulit dipadamkan.
Warga pun segera hubungi petugas pemadam kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem, Nyoman Tari menjelaskan, petugas mulai gelar penanganan sekitar pukul 04.00 WITA, serta api bisa dipadamkan.
Tak ada korban yang mengalami luka saat  kejadian.
Kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp. 30 juta, karena dapur, gudang, dan WC terbakar.
"Jumlah personil yang dikerahkan sebanyak 11 orang. Air yang digunakan sekitar 10.000 liter. Petugas Damkar dibantu BPBD, Polri, TNI, PLN, & Perbekel, serta warga memadamkan kobaran api,"jelas  Nyoman Tari, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Kepegawaian Daerah Karangasem.
Penyebab terbakar bangunan ukuran 4x6 meter tersebut belum diketahui.
Dugaan sementara karena konsleting listrik.
Saat ini, petugas kepolisian dan damkar masih menyelidiki pemicunya.
Untung kobaran api tak menjalar ke bangunan lain.
Mengingat lokasi kejadian ke bangunan lain berjarak sekitar 3 - 5 meter.
Kasus kebakaran di Karangasem, Bali meningkat dibanding tahun 2018.
Hingga Desember 2019, kasus kebakaran mencapai sekitar 166 kasus.
Meliputi kasus kebakaran lahan, bangunan rumah, kios, hutan, pura, mobil, tempat pembuangan sampah (TPS), pohon, dan dapur milik masyarakat.
Rinciannya yakni, kebakaran rumah dan dapur 40 unit, kios 8, gudang 5 unit, seerta pura 6 unit.
Sedangkan kebakaran lahan sebanyak 49, kebakaran TPS sekitar 12 lokasi, kebakaran mobil 4 unit, pohon 5 kasus, hutan tiga kasus, dan sisanya kebakaran lainnya.
Dari kasus tersebut yang bisa ditangani petugas hanya 32.
Meningkatnya kasus kebakaran dikarenakan kondisi alam.
Kemarau yang panjang menjadi pemicu utama.
Pihaknya minta dan menghimbau warga tetap waspada dan tidak membakar sampah sembarangan di rumah.
Petugas akan terus lakukan sosialisasi terkait bahaya kebakaran apapun.(*)
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved