Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Cabut Laporan, Zikria Dzatil Akan Segera Bebas?

Alasan melakukan pencabutan laporan itu, lantaran pelaku yang telah menghinanya di media sosial tersebut telah berulang kali mengirimkan surat permoho

(Kolase/Tribunjatim)
Isi surat Zikria Dzatil kepada Risma yang berujung pengampunan dari sang wali kota Surabaya. 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Cabut Laporan, Zikria Dzatil Akan Segera Bebas?

TRIBUN-BALI.COM - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mencabut laporannya lantaran telah memaafkan kelakuan Zikria Dzatil, sosok yang menghinanya di media sosial.

Sebagai bukti, ia mencabut laporannya di kepolisian, surat pencabutan laporan itu dilakukan Tri Rismamaharini melalui Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota Surabaya pada Jumat (7/2/2020).

Alasan melakukan pencabutan laporan itu, lantaran pelaku yang telah menghinanya di media sosial tersebut telah berulang kali mengirimkan surat permohonan maaf kepada Risma.

“Pada intinya, karena sudah ada permohonan maaf dari yang bersangkutan, makanya Bu Wali mengajukan surat pencabutan laporan ini," ujar Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota Surabaya, Ira Tursilowati, Sabtu (7/2/2020).

Dengan dicabutnya laporan itu, lanjut Ira, persoalan antara Risma dengan Zikria dianggap sudah selesai.

Untuk proses hukum selanjutnya, diserahkan sepenuhnya kepada polisi.

"Untuk proses selanjutnya, kami pasrahkan kepada pihak kepolisian. Sebab, bagaimanapun juga, menghentikan perkara itu ada tahapan-tahapannya yang harus dilalui," kata dia.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran membenarkan terkait pencabutan laporan yang dilakukan Risma.

Saat ini, kata dia, polisi masih mengkaji kemungkinan penghentian kasus terhadap pelaku penghinaan Wali Kota Surabaya tersebut.

"Sekarang kami masih tindaklanjuti untuk gelar perkara," kata Sudamiran kepada Kompas.com, saat dihubungi, Sabtu (8/2/2020).

Sebelumnya, Polrestabes Surabaya menangkap Zikria Dzatil di rumahnya yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat.

Zikria ditetapkan sebagai tersangka, karena statusnya di Facebook telah melakukan penghinaan terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Ibu rumah tangga itu oleh polisi dijerat dengan UU ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved