Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Wisatawan China di Bali Turun 12,89 Persen di 2019

Pantauan Tribun Bali, dari media sosial banyak artis Korsel yang datang ke Bali termasuk penyanyi.

Tayang:
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Wisatawan di DTW Ulundanu Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Korea Selatan (Korsel) tercatat sebagai negara dengan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) paling tinggi di Bali selama 2019 dibandingkan tahun 2018, yaitu meningkat 48,60 persen.

Sedangkan wisman asal China, tercatat menurun paling dalam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sedalam (-12,89) persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat jumlah wisman asal Korsel tersebut datang hingga 200 ribu lebih melalui bandara.

Pantauan Tribun Bali, dari media sosial banyak artis Korsel yang datang ke Bali termasuk penyanyi.

Mereka menginap di seputaran Nusa Dua dan sekitarnya.

Kepala BPS Bali, Adi Nugroho, menyebutkan periode Januari-Desember 2019 tercatat sebanyak 6.275.710 kunjungan wisman yang datang langsung ke Bali.

“Ini lebih tinggi dibandingkan periode Januari-Desember 2018 (yoy), yang hanya 6.070.473 orang, atau naik setinggi 3,37 persen,” sebutnya, Minggu (9/2/2020).

Kunjungan wisman selama tahun 2019 ini, kata dia, didominasi wisman asal Australia (19,78 persen), Tiongkok (18,90 persen), India (5,96 persen), Inggris (4,58 persen), Amerika Serikat (4,41 persen), Jepang (4,11 persen), Korea Selatan (3,40 persen), Perancis (3,30 persen), Jerman (3,14 persen), dan Malaysia (2,95 persen).

Sementara khusus bulan Desember 2019 saja, wisman yang ke Bali sebanyak 552.403 kunjungan.

Dengan wisman yang datang melalui bandara I Gusti Ngurah Rai sebanyak 544.726 kunjungan, dan yang melalui pelabuhan laut sebanyak 7.677 kunjungan.

“Jumlah wisman ke Bali pada Desember 2019, naik 10,94 persen. Dibandingkan November 2019 (mtm),” sebutnya.

Bila dibandingkan bulan Desember 2018 (yoy), jumlah wisman ke Bali tercatat meningkat setinggi 10,74 persen.

Wisman dengan kebangsaan Australia (20,40 persen), Tiongkok (14,66 persen), India (7,20 persen), Amerika Serikat (4,70 persen), dan Singapura (4,58 persen) merupakan lima besar wisman yang tercatat paling banyak datang ke Bali pada bulan Desember 2019.

Wisman yang tercatat paling banyak datang ke Bali pada Desember 2019, antara lain wisman kebangsaan Australia (20,04 persen), Tiongkok (14,66 persen), India (7,20 persen), Amerika Serikat (4,70 persen), Singapura (4,58 persen), Inggris (4,31 persen), Malaysia (4,25 persen), Korea Selatan (3,88 persen), Jepang (3,65 persen), dan Rusia (3,49 persen).

“Jumlah kedatangan wisman dari 10 negara, dengan wisman terbanyak tercatat seluruhnya mengalami kenaikan dibandingkan November 2019 (mtm).

Peningkatan tertinggi tercatat wisman asal Singapura sebesar 64,09 persen, disusul wisman dari Rusia sebesar 31,93 persen,” kata dia.

Dibandingkan Desember 2018 (yoy), delapan dari 10 besar negara asal wisman tercatat meningkat, dengan peningkatan tertinggi tercatat pada wisman asal Korea Selatan, yang meningkat setinggi 53,34 persen.

“Sementara itu, wisman yang tercatat menurun adalah wisman asal Jepang dengan penurunan sedalam (-11,29 persen), dan wisman asal Malaysia yang turun sedalam (-3,02) persen,” sebutnya. 

TPK Hotel Berbintang Tercatat 62,55%

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang bulan Desember 2019, tercatat sebesar 62,55 persen.

Naik 3,10 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya (mtm) yang tercatat sebesar 59,46 persen.

Jika dibandingkan Desember 2018 (yoy) yang mencapai 57,62 persen, tingkat penghunian kamar di bulan Desember 2019, tercatat naik setinggi 4,93 poin.

“Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Bali, bulan Desember 2019 tercatat selama 2,75 hari, naik 0,04 poin dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu pada bulan November 2019 (m to m) yang tercatat selama 2,71 hari,” kata Kepala BPS Bali, Adi Nugroho.

Jika dibandingkan bulan Desember 2018 (y on y) yang tercatat selama 2,81 hari, rata-rata lama menginap Desember 2019 turun sedalam -0,06 poin. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved