Breaking News:

Dana BOS Langsung Cair ke Rekening Sekolah, Apakah Akan Telat Lagi?

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kabarnya mulai tahun ini akan dikirim langsung ke rekening sekolah.

Editor: Rizki Laelani
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Siswa baru SMPN 1 Semarapura saat diberikan pengarahan di halaman sekolah, Jumat (12/7/2019). 

Dana BOS Langsung Cair ke Rekening Sekolah, Apakah Akan Telat Lagi?

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kabarnya mulai tahun ini akan dikirim langsung ke rekening sekolah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk mengubah mekanisme dana BOS untuk tahun anggaran 2020.

Awalnya, dana BOS dikirim melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) provinsi, setelah itu ditindaklanjuti ke sekolah masing-masing.

Perihal kabar baru ini, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengatakan, belum mendapat informasi resmi dari pemerintah pusat.

"Saya tahunya baru dari media saja. Jadi, sekarang keuangan dari pusat berupa dana BOS langsung ke sekolah."

"Nah, ini yang belum kita dapat info resminya, jadi saya tidak bisa berkomentar banyak," katanya ketika dihubungi via telepon, Selasa (11/2/2020).

"Kalau seperti ini biasanya kami (Disdikpora Provinsi) dipanggil terkait perubahan mekanisme."

"Jadi nanti kalau berangkat sendiri-sendiri kan tentu beda-beda dari seluruh provinsi."

"Nah, nanti biasanya semua dipanggil untuk mengikuti rapat kerja (raker) dan dijelaskan sesuai pasal-pasal," tambahnya.

Mengenai perubahan mekanisme pencairan dana BOS tersebut, diharapkan bisa lebih cepat diterima sekolah.

Sehingga pemakaian anggaran BOS dapat berjalan lebih efektif. "Tapi kami juga belum tahu apa benar atau tidak," katanya.

Boy Jayawibawa memberikan rincian anggaran BOSNAS yang diterima tahun lalu sebesar Rp 191.032.741.400 untuk 142 sekolah baik SMA/SMK/SLB Negeri se-Bali.

Sementara untuk SMA/SMK/SLB Swasta se-Bali anggaran yang diberikan sebesar Rp 111.866.000.000 dengan sasaran 206 sekolah sehingga total yang diterima sebesar Rp. 302.898.741.400 untuk 348 sekolah.

"Dana BOS ini kan dihitungnya per siswa. Jadi sembilan ratus nanti dikalikan per kepala. Nah itu nanti untuk SMA. Untuk SMK beda lagi, karena akan dipakai untuk biaya praktek kerja industri. SMP beda, SD beda lagi," ujarnya. (rika riyanti*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved