Balai Besar POM di Denpasar Dukung Industri Obat Tradisional di Bali, Fasilitas Ini Didapat Gratis

Perkembangan industri obat tradisional yang dikelola Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Bali saat ini sangat pesat.

Editor: Rizki Laelani
IST/farmasi.unpad.ac.id
Ilustrasi Obat tradisional 

B BPOM Buka Pintu Lebar-lebar untuk Pelaku UMKM Obat Trasinonal di Bali, Fasilitas Ini Akan Didapat Gratis

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perkembangan industri obat tradisional yang dikelola Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Bali saat ini sangat pesat.

Untuk mendapat legalitas atas usaha tersebut, satu di antaranya mendapat "stempel" dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (B BPOM),

Dengan legalitas B BPOM tersebut, diharapkan usaha obat tradisional milik masyarakat Bali bisa berkembang lebih pesat lagi.

Fasilitator Obat Tradisional B BPOM Bali, Putu Ekayani mengatakan, mendukung perkembangan industri obat tradisional.

Satu langkah yang diambil adalah mengedukasi dengan bimbingan teknis (BIMTEK) atau konsultasi gratis dengan datang langsung ke Kantor B BPOM.

B BPOM sendiri sudah mempunyai fasilitator untuk meregistrasi obat.

Selain itu, B BPOM sudah mempunyai sistem secara online yaitu, fasilitas pelayanan lewat media sosial WhatsApp.

Hal ini diharapkan dapat mempermudah pelaku usaha dalam menghubungi pihak B BPOM apabila menemukan kendala.

Putu Ekayani, memberikan tips untuk masyarakat agar mengetahui apakah obat tradisional tersebut aman dikonsumsi.

Di antaranya cara mengecek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluarsa.

Hal yang paling pertama yang dilakukan adalah mengecek obat tradisional yang berisi izin edar dari B BPOM.

Cara mengecek izin tersebut dengan menginstal aplikasi B BPOM Mobile di smartphone, baik di play store untuk pengguna Android maupun App Store untuk pengguna IOS.

Sedangkan, untuk menekan peredaran obat tradisional yang berbahaya pihak B BPOM sudah melakukan pengawasan rutin.

"Jika makanan atau obat yang sudah berisi izin edar, akan rutin diawasi oleh B BPOM," Ujar, Putu, Rabu (12/2/2020).

Dukungan B BPOM yang berupa percepatan perizinan, pendampingan dan pembinaan sebagai pengawas di bidang obat tradisional diharapkan, dapat menerapkan cara produksi obat tradisional yang baik.

Dan dalam produksi yang selanjutnya dimudahkan dalam mendapat izin edar. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved