Cara Pemkab Badung Bantu Peternak Babi, Wajibkan OPD Mepatung Daging Babi Sambut Galungan & Kuningan

Uniknya, jika wilayah lain melakukan kampanye makan babi, Pemkab Badung malah mewajibkan Organisasi Perangkat Daerah mepatung daging babi

Cara Pemkab Badung Bantu Peternak Babi, Wajibkan OPD Mepatung Daging Babi Sambut Galungan & Kuningan
DOK Pemkab Badung
Ratusan babi yang dipotong jelang galungan. Cara Pemkab Badung Bantu Peternak Babi, Wajibkan OPD Mepatung Daging Babi Sambut Galungan & Kuningan 

Cara Pemkab Badung Bantu Peternak Babi, Wajibkan OPD Mepatung Daging Babi Sambut Galungan & Kuningan

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Babi mati mendadak di Kabupaten Badung terjadi sejak awal Januari 2020.

Kasus babi mati mendadak ini secara otomatis menyebabkan peternak babi menjerik.

Tidak hanya babi mati mendadak, babi yang masih hidup pun harga jualnya relatif lebih murah dari harga bisasanya, apalagi menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali.

Beberapa wilayah di Bali melakukan kampanye makan babi guling untuk menangkal isu virus ASF (African Swine Fever) tersebut.

Kampanye itu dilakukan agar masyarakat di Bali tidak khawatir makan babi saat hari raya.

Kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung juga melakukan hal yang sama.

Uniknya, jika wilayah lain melakukan kampanye makan babi, Pemkab Badung malah mewajibkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat mepatung daging babi.

Intruksi itu dikeluarkan Pemkab Badung melalui surat edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa.

Pada surat edaran tersebut menginstruksikan semua OPD mepatung daging babi untuk menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan secara swadaya.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved