Berita Banyuwangi

Dialog dengan Pelaku Wisata, Sepakat Pengembangan Pulau Tabuhan Harus Pacu Ekonomi Lokal

Dialog dengan Pelaku Wisata, Sepakat Pengembangan Pulau Tabuhan Harus Pacu Ekonomi Lokal, Dialog Diikuti 150 Orang Perwakilan Pelaku Wisata

Dialog dengan Pelaku Wisata, Sepakat Pengembangan Pulau Tabuhan Harus Pacu Ekonomi Lokal
Surya/Haorrahman
Dialog dengan Pelaku Wisata, Sepakat Pengembangan Pulau Tabuhan Harus Pacu Ekonomi Lokal 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi dan para pelaku wisata berdiskusi bersama terkait rencana pengembangan Pulau Tabuhan, Selasa (11/2/2020).

Semua sepakat pengembangan pulau untuk peningkatan pariwisata tersebut akan dilakukan dengan mengedepankan konservasi sekaligus memastikan dampak ekonominya bisa dirasakan warga setempat.

Dialog yang berlangsung akrab tersebut diikuti 150 orang perwakilan pelaku wisata.

Di antaranya kelompok sadar wisata (pokdarwis) Grand Watu Dodol, Pantai Cacalan, Pantai Cemara, Bangsring Under Water, Kampe, Bengkak, Pantai Boom, Pantai Mustika, Ringin Putih, dan Pulau Merah.

Lahir Rabu Pon Sungsang, Panjang Umur, Suka Memberi Tapi Harus Diperhatikan

Ramalan Zodiak Keuangan 12 Februari, Keuangan Leo Meningkat, Libra Buatlah Rencana ke Depan

Ramalan Zodiak Cinta 12 Februari 2020, Waktunya Virgo Memanjakan Kekasih, Cancer Jangan Egois

Juga ada perwakilan Asosiasi Travel Masyarakat Pesisir Wongsorejo, Kelompok Usaha Jasa Penyeberangan, dan kuliner pesisir.

Sekretaris Kabupaten Banyuwangi Mujiono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pelaku wisata yang selama beberapa tahun terakhir ini telah bergotong-royong bersama memajukan pariwisata Banyuwangi.

“Terima kasih atas dukungannya. Tentu ini kian memperkuat komitmen kita bersama bahwa pengembangan Pulau Tabuhan harus berdampak pada kesejahteraan warga dan memastikan konservasi bisa dijalankan dengan baik,” ujarnya.

Mujiono mengatakan, rencana pengembangan Pulau Tabuhan telah dimulai sejak 2015.

Sempat ada swasta dari Italia yang tertarik mengembangkannya.

Namun, hal itu urung dilakukan setelah swasta tersebut mengetahui mahalnya pengembangan pulau untuk wisata.

Halaman
12
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved