Kawasan Jalan Bung Tomo Jadi PR Terberat Satpol PP Denpasar, Kawasan Kumuh Hingga Prostitusi

Kawasan Jalan Bung Tomo Jadi PR Terberat Satpol PP Denpasar, Kawasan Kumuh hingga Prostitusi Terselubung

Kawasan Jalan Bung Tomo Jadi PR Terberat Satpol PP Denpasar, Kawasan Kumuh Hingga Prostitusi
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, kawasan Jalan Bung Tomo merupakan PR terberat bagi Satpol PP di Kota Denpasar, Bali, saat ini.

Pasalnya di kawasan tersebut ada beberapa penyakit masyarakat yang perlu mendapat penanganan serius.

Sayoga menyebut di kawasan tersebut terdapat tempat perjudian, praktek prostitusi terselubung, pedagang kaki lima yang melanggar Perda, hingga pemukiman kumuh.

"Bung Tomo jadi PR terberat kami. Di kawasan itu ada judi, ada praktek prostitusi terselubung, pemukiman kumuh, pedagang kaki lima, ada gudang kebetulan gudang truk bus barang. Itu persoalan yang sangat krusial," kata Sayoga saat ditemui di kantornya, Rabu (12/2/2020) siang.

BREAKING NEWS - Polres Tabanan Mengamankan RS, Pelaku Setubuhi Anak di Bawah Umur

Virus Corona & Kisah Haru WNI yang Terjebak di Wuhan China, Tangis Kami Pecah Saat Tiba di Tanah Air

Spesial Valentine, Artotel Group Hadirkan Program Menarik Love on the Weekend’

Sehingga untuk mampu menyelesaikan persoalan ini pihaknya tak bisa bergerak sendiri.

"Bayangkan kami atasi persoalan yang krusial seperti itu. Ini kan butuh dukungan dari semua pihak, dari aparat terbawah, keliang banjar untuk ikut awasi wilayahnya dan tidak ada lagi oknum yang berlindung di balik banjar atau adat," katanya.

Ia menyebutkan, pihaknya melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima yang melakukan pelanggaran, akan tetapi ada oknum yang mengakomodir dan mendatangkan pedangan.

"Sehingga tugas kita tidak akan selesai. Begitu juga tajakan di tempeli dipakai warung, disewakan itu kan kekumuhan, sehingga juga perlu kerjasama mengajak jalinan semua pihak biar iku tuntaskan itu. Kalau ketertiban hanya diselesaikan tenaga teknis yang namanya Satpol PP mungkin tidak mampu," kata Sayoga.

Pihaknya juga beberapa kali mengamankan PSK dari kawasan Jalan Bung Tomo ini yang kemudian berakhir dengan sidang tindak pidana ringan.

Terakhir, pada Januari 2020 lalu, tiga orang PSK disidangkan di PN Denpasar.

Dalam persidangan tersebut terungkap bahwa PSK ini bertarif sangat rendah dari Rp 50 ribu bahkan ada yang bertarip Rp 30 ribu sekali 'pakai'.

Para PSK ini berdiri di pinggir jalan menunggu pelanggan yang datang.

Kemudian mereka mengajak pelanggannya untuk 'bermain' di semak-semak. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved