Tercatat 260 Penerbangan Rute Denpasar-China Tidak Beroperasi Sejak 5 Februari 2020 Lalu

Tercatat 260 Penerbangan Rute Denpasar-China Tidak Beroperasi Sejak 5 Februari 2020 Lalu, 260 Flight Tersebut Diprediksi Membawa 31.000 Penumpang

Tercatat 260 Penerbangan Rute Denpasar-China Tidak Beroperasi Sejak 5 Februari 2020 Lalu
Humas AP I Kantor Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali
Foto ilustrasi pesawat terbang 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sejak Kemenhub memutuskan melakukan penundaan penerbangan ke / dari seluruh destinasi di RRT / Mainland China, tidak termasuk Hongkong dan Macau, hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian per 5 Februari 2020 lalu.

Tercatat sementara penerbangan yang tidak beroperasi melayani rute Denpasar-RRT (Mainland China) dan sebaliknya sejak tanggal 5 sampai 12 Februari 2020 hari ini terdapat 260 flight.

“Berdasarkan schedule Regular dan Irregular ada 260 Flight (keberangkatan dan kedatangan) sejak tanggal 5 sampai 12 Februari 2020 tidak beroperasi melayani rute itu (ke China dan sebaliknya) dalam keadaan full operates,” jelas Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Arie Ahsanurrohim, Rabu (12/2/2020).

Dan saat disinggung mengenai perkiraan pergerakan penumpang pada 260 flight tersebut berapa jumlahnya?

Mundur 2 Bulan, Ngurah Wijaya Mulai Perjalanan Bali America Tour Bulan Ini

Virus Corona Wuhan Kini Resmi Dinamai COVID-19

Adakan Rapat Tahunan, Ketua Umum KONI Bali Ingin Bali Bersinar Diajang PON XX Papua

Arie menyampaikan prediksinya pada 260 flight tersebut mencapai 31.000 penumpang.

“Jika diperkirakan riil berdasarkan masing-masing type pesawat per Airline atau maskapai dengan pendekatan 60 persen load factor (tingkat keterisian penumpang) prediksi 31.000 penumpang,” imbuh Arie.

Petugas di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pun hingga saat ini masih menggunakan alat pelindung diri (APD) mulai dari kacamata pelindung (goggles), masker N95, sarung tangan, serta cairan pembersih tangan atau hand sanitizer.

Hal ini sebagai langkah pencegahan dan antisipasi serius dari PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional, I Gusti Ngurah Rai Bali terhadap penyebaran virus corona baru (Novel Coronavirus/2019-nCoV).

“Tentunya APD yang kami sediakan telah memenuhi standar medis yang dipersyaratkan,” tambah Arie.

Ia menuturkan penggunaan APD tersebut mulai diterapkan hari ini hingga waktu yang belum ditentukan. 

“Sebelumnya, kami telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dengan menempatkan alat pendeteksi suhu tubuh atau thermal scanner di Terminal Kedatangan Internasional. Khusus penumpang penerbangan dengan rute dari China juga kami sediakan flow khusus, dan masih kami implementasikan hingga saat ini,” lanjutnya.

Untuk mengantisipasi adanya penumpang, terutama dari rute internasional, yang diduga terpapar virus corona, PT Angkasa Pura I (Persero) telah menyediakan ruang wawancara (holding room) untuk wawancara lebih lanjut terhadap penumpang yang diduga terpapar. 

Ruangan tersebut digunakan oleh petugas dari KKP untuk melakukan wawancara terhadap penumpang yang memperlihatkan tanda terpapar virus setelah melewati proses pemindaian suhu tubuh oleh mesin thermo scanner.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved