Hindari Kerugian, Giri Prasta Minta OPD Badung Bangun Peternak Babi Secara Koloni

"Per kelompok 100 orang. Contoh sederhana, satu kelompok mendapat dana Rp 1 Miliar. Jadi nanti Rp 500 juta bibit dan sisanya untuk pakan," kata Giri

Hindari Kerugian, Giri Prasta Minta OPD Badung Bangun Peternak Babi Secara Koloni
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat melakukan pemotongan babi guling, sebagai tanda pembukaan kampanye makan daging babi, Jumat (14/2/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pemerintah kabupaten Badung, Jumat (14/2/2020) menggelar kampanye konsumsi makan daging babi aman di Wantilan Jaba Pura Lingga Buana, Puspem Badung, Bali.

Kampanye daging babi itu dilaksanakan karena banyaknya babi peternak mati, hingga membuat resah masyarakat.

Kampanye itu juga dilaksanakan agar masyarakat memahami, kalau daging babi masih aman untuk dikonsumsi.

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta yang membuka kegiatan tersebut mengaku jika kasus wabah mati sudah dilakukan penanganan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Kabupaten Badung.

Akibat Virus Corona, Harga Sekotak Masker di Indonesia Lebih Mahal Daripada Satu Gram Emas

Rencana Pemerintah Tata Destinasi di Atuh, Nusa Penida, Warga: Tanah Negara dan Pribadi Harus Jelas

Mahasiswa Bali Diduga Terinfeksi Corona Sekembalinya dari Malaysia, Kini Diisolasi di Maluku

Namun ia menekankan untuk babi yang masih sehat, dagingnya masih sangat amat untuk konsumsi.

"Kami garanti daging babi masih aman untuk dikonsumsi. Sehingga jangan takut untuk mengkonsumsi daging babi," ujar Giri Prasta.

Pada kesempatan itu, Giri Prasta juga meminta jajaran atau OPD terkait untuk membuat kajian pembentukan pertenak babi secara koloni.

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Bandara Ngurah Rai Sediakan 48 Titik Hand Sanitizer

Seorang Teman Lucinta Luna Yang Seorang Transgender Ditangkap Polisi, Diduga Pemberi Riklona

Turis China Positif Virus Corona Seusai Berkunjung ke Bali, Kemenkes Sebut Terinfeksi di Shanghai

"Per kelompok 100 orang. Contoh sederhana, satu kelompok mendapat dana Rp 1 Miliar. Jadi nanti Rp 500 juta bibit dan sisanya untuk pakan," katanya.

Nah bupati asal Pelaga Petang itu juga mencontohkan, dari seratus orang, setiap hari bekerja 10 orang saja.

Sisanya yang akan menerima giliran dalam 5 hari sekali.

Halaman
1234
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved