Lima Tahun Eksis, Bank Mantap Raih Laba Rp 456 Miliar

Dalam RUPST Tahun Buku 2019 memutuskan membagikan deviden sebesar Rp 136,86 miliar

Lima Tahun Eksis, Bank Mantap Raih Laba Rp 456 Miliar
Bank Mantap
Lima Tahun Eksis, Bank Mantap Raih Laba Rp 456 Miliar 

Lima Tahun Eksis, Bank Mantap Raih Laba Rp 456 Miliar

TRIBUN-BALI.COM, BALI - PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019, dalam rapat umum tersebut terdapat 3 (tiga) agenda utama sebagai aksi korporasi, yaitu pembagian deviden, pergantian pengurus dan mensahkan laporan keuangan tahun 2019.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K Triprakoso, menjelaskan pada paparan kinerja Bank Mantap Tahun 2019, dalam RUPST Tahun Buku 2019 memutuskan membagikan deviden sebesar Rp 136,86 miliar.

"Nominal tersebut merupakan 30 persen dari laba bersih perseroan tahun 2019 sebesar Rp 456 miliar yang meningkat 36,8 persen secara year on year (yoy)," katanya di Badung, Jumat (14/2/2020). 

Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas perseroan, dalam mengembangkan bisnis tahun 2020, serta sebagai bentuk apresiasi perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan kepada Bank Mantap.

“Dengan meningkatnya pembagian deviden dari tahun buku 2018 yakni Rp 100 miliar, mengindikasikan bahwa permodalan Bank Mantap sehat dengan rasio kecukupan modal bank (CAR) sebesar 21,75 persen. Meningkatnya laba bersih dan deviden tersebut ditopang pertumbuhan kredit sebesar Rp 20,31 miliar yang tumbuh 30,9 persen secara tahunan,” ujar Jos.

Selain itu, Josephus menambahkan, RUPST Tahun Buku 2019 menyetujui komposisi laba bersih tahun 2019 selain untuk deviden, yaitu cadangan wajib sebesar 1,10 persen atau senilai Rp 5 miliar, dan laba ditahan sebesar 68,90 persen atau senilai Rp 314 juta.

“RUPST pada tahun ini mengubah susunan pengurus perseroan, adapun pergantian Dewan Komisaris yaitu Edhi Chrystanto yang menjabat Komisaris Independen berhenti secara hormat, serta jajaran direksi yaitu Nurkholis Wahyudi yang ditarik penugasannya ke Bank Mandiri dan digantikan Agus Sanjaya sebagai Direktur Bisnis.

"Bank Mantap telah memiliki sistem pengelolaan organisasi yang baik, sehingga pergantian pengurus tidak akan memengaruhi kinerja perseroan dalam merealisasikan seluruh rencana bisnis dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” kata Jos, sapaan akrabnya. 

Sampai akhir bulan Desember 2019 total aset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 26,95 triliun atau tumbuh sekitar 28,7 persen.

Sedangkan posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 19,86 triliun atau tumbuh sampai dengan 30,2 persen, untuk penyaluran kredit berkisar Rp 20,31 triliun atau meningkat sampai 30,9 persen, sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 456 miliar atau tumbuh sampai dengan 36,8 persen dari periode tahun sebelumnya.

Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 416 jaringan yang tersebar di 34 provinsi.

(*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved