Rencana Pemerintah Tata Destinasi di Atuh, Nusa Penida, Warga: Tanah Negara dan Pribadi Harus Jelas

Pemkab Klungkung berencana akan melakukan penataan di sejumlah destinasi wisata di Desa Pejukutan, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Jumat (12/2/2020).

Rencana Pemerintah Tata Destinasi di Atuh, Nusa Penida, Warga: Tanah Negara dan Pribadi Harus Jelas
Humas Pemkab Klungkung
Bupati Suwirta Kumpulkan Pemilik Lahan di Kawasan Objek Wisata di Desa Pejukutan, Nusa Penida, Jumat (14/2/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Pemkab Klungkung berencana akan melakukan penataan di sejumlah destinasi wisata di Desa Pejukutan, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Jumat (12/2/2020).

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta telah mengumpulkan pemilik lahan di sekitar destinasi wisata, untuk melancarkan rencana tersebut.

Namun para pemilik lahan meminta pemerintah agar memberikan batas yang jelas antara tanah negara dan milik pribadi.

Pertemuan itu dilakukan di ruang rapat Bupati Klungkung.

Mahasiswa Bali Diduga Terinfeksi Corona Sekembalinya dari Malaysia, Kini Diisolasi di Maluku

Makan Babi Guling Bersama Tangkal Virus ASF di Jembrana

Krama Pedungan Kini Miliki Tempat Melasti Baru

Warga yang hadir, merupakan pemilik lahan di sekitar destinasi wisata di Desa Pejukutan, seperti Pantai Atuh, Diamond Beach, dan Pulau Seribu (Bukit Molenteng).

" Pemerintah daerah berencana akan melakukan penataan ke beberapa objek wisata di sekitar Desa Pejukutan. Mohon dukungan dan kerja samanya kepada semua pemilik lahan dalam penataan ini, sehingga penataan ini berjalan dengan lancar, " ujar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

Suwirta mengatakan, penataan di sejumlah destinasi di kawasan Desa Pejukutan mulai direncanakan tahun 2020 ini.

Selanjutnya, pengerjaan fisik baru akan digarap tahun 2021, sehingga nantinya diharapkan iklim investasi sudah berjalan baik di tahun 2022.

Pengakuan Suami Dicarikan Istri Kedua oleh Istri Pertamanya, Pernikahan pun Disiapkan

Tahun Ini Banyuwangi Siapkan Rp 8,3 Miliar untuk Insentif Guru Ngaji

Pejabat di Korea Utara yang Diduga Terinfeksi Virus Corona Langsung Ditembak Mati, Ini Sebabnya

"Tahun ini pentaan sudah mulai perencanaan. Penataan ini kami harap bisa menarik cukup wisatawan, yang targetnya pada iklim pariwisata yang berkualitas di Nusa Penida pada tahun 2022 mendatang," ungkap Suwirta.

Sebagai langkah awal, Bupati Suwirta juga berencana akan melibatkan BPN untuk melakukan pengukuran ulang tanah di sekitar destinasi wisata yang akan ditata.

Hal ini untuk memperjelas antara lahan milik negara dan milik warga.

Seorang pemilik lahan Candra Jaya Kusama mengatakan, pihaknya sepakat dengan rencana penataan tersebut.

Terlebih selama ini pihaknya juga mengalami kesulitan menata tanahnya, padahal destinasi wisata di kawasan Desa Pejukutan tengah berkembang pesat.

MotoGP 2020: Marc Marquez 6 Kali Raih Juara Dunia Bersama Repsol Honda, Baru Operasi Bahu

Tim TNI Bersiap Mendaki di Ketinggian 12.500 Kaki untuk Evakuasi Jatuhnya Helikopter MI 17 di Papua

Namun pihaknya meminta ada kejelasan batas-batas tanah negara dengan tanah pribadi, sehingga tidak ada saling mengklaim saat penataan dilakukan.

"Komunikasi antara pemerintah dan pemilik lahan harus baik. Jangan sampai nanti saat ada rencana penataan, malah ada saling klaim. Harus jelas mana tanah pemerintah dan milik warga," ungkapnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved