'Gumi Lascarya' dari Manik Bumi, Seniman Unjuk Karya Seni untuk Bumi

Kali ini Manik Bumi menggelar acara yang bertajuk “Gumi Lascarya” (satu cinta merawat Bumi) di areal kantornya di jalan Pantai Indah Singaraja.

'Gumi Lascarya' dari Manik Bumi, Seniman Unjuk Karya Seni untuk Bumi
dokumentasi panitia
Satu di antara karya yang dipamerkan di 'Gumi Lascarya' dari Manik Bumi, Seniman Unjuk Karya Seni untuk Bumi 

'Gumi Lascarya' dari Manik Bumi, Seniman Unjuk Karya Seni untuk Bumi

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG – Yayasan Manik Bumi tidak pernah kehabisan energi untuk memberikan ruang bagi seniman untuk mengekspresikan gagasannya berkarya dan selaras dengan penyelamatan lingkungan hidup.

Kali ini Manik Bumi menggelar acara yang bertajuk “Gumi Lascarya” (satu cinta merawat Bumi) di areal kantornya di jalan Pantai Indah Singaraja.

Acara digelar selama 4 hari, mulai 10 Februari 2020 hingga puncak acara digelar 14 Februari 2020 atau bertepatan dengan hari kasih sayang.

Menurut Pembina Yayasan manik Bumi, Luh Gede Juli Wirahmini, yang akrab dipanggil Juli, pemilihan puncak acara sengaja saat hari kasih sayang.

Jadi, tidak hanya tentang cinta sepasang manusia tapi juga bisa dimaknai cinta bumi.

“Valentine tidak hanya tentang mawar dan cokelat. Tapi, valenti juga bisa tentang merawat bumi dengan mengurangi bebannya walaupun sedikit,” ujar Juli.

Menurut Juli, latar belakang ide itu dituangkan dalam konsep kegiatan dengan memadukan pameran seni dari sampah yang bertajuk “Trash to Art”.

Mengolah menjadi seni berkualitas tinggi sehingga yang selama ini dipandang sebelah mata, ternyata bisa diolah menjadi sebuah karya seni. 

“Sampah kalau diolah, bisa jadi media baru dalam berkesenian. Kami harap ini bisa jadi media alternatif bagi seniman-seniman dalam berkarya,” kata dia

Halaman
1234
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved