Okupansi di Nusa Penida Tinggal 30 % Akibat Wabah Corona, Promosi Wisata Beralih ke India dan Eropa

Wabah virus corona awal tahun ini, membuat kunjungan wisatawan China ke Nusa Penida, Klungkung, Bali, anjlok.

Okupansi di Nusa Penida Tinggal 30 % Akibat Wabah Corona, Promosi Wisata Beralih ke India dan Eropa
TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
Warga dan wisatawan saat akan menyebrang menuju Nusa Penida, melalui Pelabuhan Tribhuana, Kusamba, Klungkung, Rabu, (25/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Wabah virus corona awal tahun ini, membuat kunjungan wisatawan China ke Nusa Penida, Klungkung, Bali, anjlok.

Bahkan okupansi (tingkat hunian hotel), khususnya di Nusa Penida hanya 30 persen.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Jumat (14/2/2020) bahkan sampai melakukan pengecekan untuk memantau perkembangan pariwisata di Nusa Penida, pasca sepinya kunjungan wisatawan China.

“Rata-rata okupansi hotel atau penginapan di Nusa Penida saat ini hanya 30 persen," ujar Ketua PHRI Klungkung I Wayan Kariana saat dikonfirmasi, Jumat (14/2/2020).

Dharma Negara Alaya Jadi Ruang Sinergi Pemkot Dengan Inbis, Ciptakan Ekosistem Cetak Wirausaha

Sare Curi Ayam Tajen di 41 TKP di Tabanan, Dua Kali Mendekam di Sel Polsek Pupuan

Pemprov Tak Jemput 2 Warga Bali, Dipastikan Sehat Setelah Observasi di Natuna

Menurutnya, Virus Corona yang mewabah di China, menjadi penyebab utama dari sepinya wisatawan ke Nusa Penida. Terlebih di Nusa Lembongan, yang selama ini sangat bergantung dengan Wisman China.

“Sebenarnya saat ini memang low session, tapi jika dibandingkan low session tahun-tahun sebelumnya, tahun ini yang paling sepi," tegasnya.

Penurunan wisatawan tahun ini, menurutnya, sudah mulai terasa sejak akhir Desember 2019.

Padahal biasanya, low session baru dimulai pertengahan Januari.

Antisipasi Virus Corona, RSD Mangusada Siapkan Tiga Ruang Isolasi

Apa Salah Saya Budhe? Korban Bullyin Curhat Badan Sakit Seusai Ditendangi 3 Kakak Kelasnya

MotoGP Mandalika Siapkan 10.000 Tiket, Begini Cara Memesannya Agar Tak Kehabisan

Sebelum virus Corona mewabah di China, rata-rata tingkat okupansi di Nusa Penida sekitar 60 persen sampai dengan 80 persen.

“Kami PHRI Klungkung, Sabtu (14/2/2020) berencana mengadakan rapat untuk membahas langkah apa yang akan kita lakukan di saat kondisi pariwisata yang lesu seperti saat ini. Mungkin ada beberapa alternatif, seperti merebut pangsa pasar lainnya," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved