Wujud Bakti Kepada Sesama, Dinsos Bali Bagikan 500 Paket Sembako untuk Kaum Difabel

Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, Yayasan Bunga Bali dan Dinas Sosial Provinsi Bali memberikan bantuan 500 paket sembako kepada kaum difabel

Wujud Bakti Kepada Sesama, Dinsos Bali Bagikan 500 Paket Sembako untuk Kaum Difabel
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Penyerahan Sembako -┬áSuasana acara penyerahan bantuan 500 paket sembako kepada kaum difabel se Bali oleh Yayasan Bunga Bali bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Bali, di Denpasar, Bali, Sabtu (15/2/2020). Wujud Bakti Kepada Sesama, Dinsos Bali Bagikan 500 Paket Sembako untuk Kaum Difabel 

Wujud Bakti Kepada Sesama, Dinsos Bali Bagikan 500 Paket Sembako untuk Kaum Difabel

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, Yayasan Bunga Bali bekerjasama dengan Dinas Sosial Provinsi Bali memberikan bantuan 500 paket sembako kepada kaum difabel se Bali.

Acara pembagian sembako ini disaksikan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Dewa Indra menyampaikan, acara berbagi sembako ini sebagai wujud perhatian dan kepedulian kepada warga Bali, khususnya penyandang difabel, yang kebetulan diberikan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Kita berbagi. Untuk berbagi kapan saja bisa. Tetapi alangkah baiknya kalau itu dilakukan pada saat menjelang hari raya supaya semeton kita juga bisa melaksanakan hari raya dengan baik,” kata Dewa Indra, di Yayasan Bunga Bali, Denpasar, Bali, Sabtu (15/2/2020).

Pada kesempatan itu, pihaknya juga mengapresiasi pihak yayasan dan donatur, yang bergabung bersama Dinas Sosial Provinsi Bali sehingga dapat memberikan bantuan sembako kepada semeton Bali yang cacat.

13 Tahun Lalu Menggemparkan Dunia, Begini Kabar Pria Pertama Bisa Hamil & Melahirkan

Gumi Lascarya dari Manik Bumi, Seniman Unjuk Karya Seni untuk Bumi

Dikatakannya, kaum difabel ini menjadi perhatian pemerintah dan semua orang yang nasibnya lebih baik secara sosial dan ekonomi untuk dapat memberikan perhatian, kepedulian dan bantuan.

“Ini kewajiban moral kita. Pemerintah tentu berada di barisan depan. Di Pemprov sudah ada Dinas Sosial, kalau di Pusat ada Kementerian Sosial,” imbuhnya.

Selain itu, juga ada diskusi bagaimana supaya dapat dilaksanakan festival seni untuk para kaum difabel. 

“Tahun (2020) Ini sudah ada anggarannya karena warga masyarakat difabel ini harus diperlakukan sama dengan masyarakat lainnya. Bahkan harus lebih diperhatikan,” paparnya.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved