Rui Pinto Si Jenius Komputer yang Membongkar Kecurangan Man City & Kasus Cristiano Ronaldo Ini

Sosok Rui Pinto, peretas yang menjadi dalang di balik Football Leaks kini mendekam di penjara Lisbon, Portugal sejak Maret 2019.

Editor: Ady Sucipto
AFP/FERENC ISZA
Penggagas situs Football Leaks, Rui Pinto, dikawal oleh petugas keamanan saat ia tiba di Pengadilan Metropolitan di Budapest, Hungaria, pada 5 Maret 2019. 

TRIBUN-BALI.COM -- Sosok Rui Pinto, peretas yang menjadi dalang di balik Football Leaks kini mendekam di penjara Lisbon, Portugal sejak Maret 2019. 

Rui Pinto yang dijuluki si 'jenius komputer' bersama Football Leaks dan jejaringnya telah membocorkan berbagai kecurangan dan 'praktik gelap yang memengaruhi dunia sepak bola' sejak 2015. 

Terkini, bocoran dari Football Leaks memicu penyelidikan yang berujung ke temuan Badan Kontrol Keuangan Klub-klub UEFA (CFCB).

Juara bertahan Liga Inggris, Manchester City, terbukti "menggelembungkan pemasukan sponsor di dalam neraca keuangan mereka dan informasi titik impas yang diserahkan ke UEFA antara 2012 dan 2016".

Alhasil, Manchester City harus menerima skorsing dua tahun dari kompetisi antarklub Eropa terhitung musim 2020-2021 dan 2021-2022 serta diharuskan membayar denda sebesar 30 juta euro.

Manchester City tengah membawa putusan tersebut ke CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga).

Rui Pinto sendiri tak bisa membaca leluasa berita terkini mengenai Man City.

Pada Januari 2019, Pinto ditangkap di Hungaria ketika pulang dari supermarket bersama orang tuanya.

Pria yang dijuluki pihak berwajib sebagai "jenius komputer" ini tidak sempat berangkat ke Perancis di mana sedarinya ia akan bergabung ke program perlindungan saksi.

Kini, ia tengah mendekam di penjara Portugal untuk menjalani prasidang dan menunggu sidang.

Pinto dituduh melakukan 147 tindakan kriminal termasuk akses ilegal ke data rahasia, pelanggaran privasi undang-undang korespondensi, dan pemerasan.

Guardian mensinyalir kalau Football Leagues, bekerja sama dengan jaringan media yang tergabung dalam Kolaborator Investigasi Eropa (Grup EIC) telah membawa ke permukaan 70 juta dokuman dan 3,4 terabyte informasi termasuk surat elektronik pribadi dari figur-figur terpenting dunia sepak bola.

Selain temuan-temuan yang berhubungan dengan Man City, jaringan tersebut juga membongkar kasus tuduhan penghindaran pajak oleh Cristiano Ronaldo dan Jose Mourinho.

Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo.
Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo. (TWITTER JUVENTUS via KOMPAS.COM)

Mereka juga mengekspos rencana Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dan klub-klub elite Eropa untuk membuat "Liga Super Eropa" pada 2021.

Selain itu, presiden FIFA, Gianni Infantino, juga dituding memainkan peran penting dalam negosiasi yang berujung ke penyelesaian relatif ringan kasus Financial Fair Play Man City dan PSG beberapa tahun sebelum ini.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved