Sempat Dilarang ke TPA Suwung Denpasar, Badung Memungkinkan Bisa Buang Sampah Ke TPA Suwung Lagi

Pemkab Badung saat ini bisa menyediakan sampah minimal 127 ton/hari untuk keperluan proyek energi listrik.

Sempat Dilarang ke TPA Suwung Denpasar, Badung Memungkinkan Bisa Buang Sampah Ke TPA Suwung Lagi
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Sidak yang digelar Prajuru Banjar Adat Pesanggaran dan Suwung Batan Kendal di TPA Suwung, Minggu (24/11/2019) 

TRIBUN-BALI.COM– Pemkab Badung dilarang membuang sampah ke TPA Suwung Denpasar.

Kondisi ini sudah berjalan sekitar tiga bulan lamanya.

Namun, kini Badung memungkinkan bisa membuang sampahnya ke TPA terbesar di Bali itu kembali.

Hal itu karena adanya rencana proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Suwung yang saat ini dimatangkan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Dilarang Buang Sampah ke TPA Suwung, Badung Pastikan Bangun TPA Besar di Canggu

Undang 30 Investor, Pemprov Bali Kenalkan Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di TPA Suwung

Wabup Suiasa Hadiri Rapat Percepat Proyek Pembangunan PSEL di TPA Suwung,

Pada mega proyek PSEL tersebut, membutuhkan sampah sekitar 1.000 ton/hari.

Namun dari Badung akan menyediakan sampah minimal 127 ton/ hari.

Meski demikian, semua hal itu baru tahap pembahasan di Pemprov Bali.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung I Made Puja tak menampik semua itu.

Menurutnya dalam pembicaran antara Pemprov Bali dengan pemerintah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan), pengolahan sampah di TPA Regional Suwung menggunakan teknologi yang akan mengubah sampah menjadi energi listrik.

 “Dari pembicaraaan, memang kita bisa membuang sampah ke TPA Suwung. Kuotanya juga sudah ditentukan yaitu minimal 127 ton per hari,” ungkap Puja yang dikonfirmasi, Minggu (16/2/2020).

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Huda Miftachul Huda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved