Ibu Asal Madura Ini Kaget Dituntut 20 Tahun Penjara Kasus Sabu, Sebut Dijebak Menantu

Atas tuntutan yang tinggi ini, terdakwa Niatun hanya bisa pasrah atas tuntutan yang dilayangkan Jaksa selama 20 tahun tersebut.

Ibu Asal Madura Ini Kaget Dituntut 20 Tahun Penjara Kasus Sabu, Sebut Dijebak Menantu
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Niatun bersama penasehat hukumnya saat jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu, (19/2/2020). 

TRIBUN-BALI.COM- Jaksa penuntut umum menjatuhkan tuntutan selama 20 tahun penjara kepada Terdakwa Niatun atas kasus kepemilikan sabu-sabu.

Ibu asal Madura ini menyebut jika dirinya tidak tahu menahu mengenai sabu yang diterimanya ini. 

Dia juga menuding jika menantunya yang menjebaknya, hingga akhirnya ditangkap oleh petugas kepolisian yang sudah mengintainya.

Atas tuntutan yang tinggi ini, terdakwa Niatun hanya bisa pasrah atas tuntutan yang dilayangkan Jaksa selama 20 tahun serta denda sebesar Rp 2,5 miliar subsider dua tahun. 

Ditangkap Usai Beli Sabu Rp 2,5 Juta, Udayana Diganjar 4,5 Tahun Penjara

Bawa 3 Kg Sabu dari India ke Bali, Manjet dan Harvinder Dituntut 20 Tahun penjara

Penyelundup 3 Kg Sabu Asal China Diadili, Terancam Pidana Hukuman Mati

Penasehat hukumnya juga tak mengira dengan tuntutan hukuman tersebut.

Sebab, dia berdalih kliennya ini tidak tahu apa-apa tentang narkotika jenis sabu kiriman menantunya. 

Niatun hanya sesenggukan, dia seakan tak percaya dengan tuntutan jaksa penuntut umum dari Kejari Tanjung Perak itu.

"Dia ini enggak tahu apapun. Soalnya dia biasanya dikirimi baju-baju oleh menantunya itu. Tapi ini tiba-tiba dikirim empat buah kaleng pelumas yang isinya sabu," ujar Muhammad Dawam setelah sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu, (19/2/2020). 

Dia pun berharap pada nota pembelaannya hakim dapat melihat secara kemanusiaan dalam mempertimbangkan hukuman.

Karena kliennya sudah berusia kepala empat. 

Halaman
12
Editor: Huda Miftachul Huda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved