Ini Pengakuan Perempuan yang Tega Seret, Jambak & Pukuli Anak Perempuan yang Viral di Media Sosial

Dalam rekaman video tersebut, perempuan dewasa tersebut menyeret kemudian menjambak seorang anak perempuan lalu dipukul dan ditampar di Simalungun,

Ini Pengakuan Perempuan yang Tega Seret, Jambak & Pukuli Anak Perempuan yang Viral di Media Sosial
Istimewa
Tangkapan layar dari video penganiayaan terhadap seorang anak di Simalungun. 

TRIBUN-BALI.COM - Video aksi kekerasan terhadap anak perempuan yang dilakukan seorang perempuan dewasa viral di media sosial

Dalam rekaman video tersebut, perempuan dewasa tersebut menyeret kemudian menjambak seorang anak perempuan lalu dipukul dan ditampar di Simalungun, Sumatera Utara. 

Setelah video tersebut viral dan hebohkan media sosial, polisi pun turun tangan dan melalukan penyelidikan. 

Al hasil polisi berhasil meringkus RH (45), perempuan yang ada di video tersebut. 

Saat ini RH sudah ditahan setelah ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Dikutip dari Kompas TV, diketahui, RH merupakan ibu tiri dari GS (7) bocah yang dianiaya pelaku.

Tak Pulang Kampung Pas Hari Raya Galungan, Beberapa Pedagang Canang Ini Berjualan di Pura Jagatnatha

Usap Tangis & Tegarkan Noah Sinclair di Pemakaman Ayahnya, BCL Peluk Lalu Cium Putranya

Galungan di Bali Ribuan Umat Hindu Sembahyang di Pura Agung Jagatnatha, Made Mami Mohon Keselamatan

Kasatreskrim Polres Simalungun, AKP M. Agustiawan mengatakan, setelah menerima laporan dari RS, opung atau kakek korban, pihaknya langsung bergerak dan berhasil menangkap ibu korban.

Setelah melakukan serangkai pemeriksaan terhadap saksi, terlapor dan juga korban, serta pemeriksaan visum, serta bukti permulaan yang cukup, polisi lalu melakukan penahanan terhadap RH setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti yakni, satu buah tali pinggang warna hitam, satu helai hijau muda dan juga celana pendek warna kuning.

"RH ditahan di rumah tahanan polisi (RTP) Polres Simalungun karena melanggar pasal 44 ayat 1 UU RI No 23/2004 tentang penghapusan kekerasan dalam ruang lingkup rumah tangga," katanya.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved