Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Dekat dengan Lempeng Megathrust, Pantai Sanur & Kuta Rawan Tsunami, BPBD Denpasar Gencarkan Simulasi

Terletak sekitar 200 kilometer dari pertemuan lempeng Australia dan Asia atau dikenal dengan lempeng megathrust, Sanur dan Kuta menjadi wilayah yang

Tayang:
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Perahu dan boat berjejer di pesisir laut Selatan, Sanur, Bali, Jumat (21/2/2020) 

 
Pesisir Sanur Rawan Tsunami, BPBD Kota Denpasar Gencarkan Simulasi

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Terletak sekitar 200 kilometer dari pertemuan lempeng Australia dan Asia atau dikenal dengan lempeng megathrust, Sanur dan Kuta menjadi wilayah yang berpotensi paling rawan akan dampak tsunami.

Seperti disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar Ida Bagus Joni Ariwibawa kepada Tribun Bali, Jumat (21/2/2020)

“Potensi tsunami berada di wilayah pesisir pantai selatan Pulau Bali, berdasarkan pemetaan yang kami lakukan wilayah paling rawan tsunami ada di pesisir pantai Sanur kemudian Kuta, Tabanan, Jembrana, Klungkung,” kata Joni

Joni menyebut, potensi gempa yang terjadi dapat mencapai skala hingga 9 magnitudo, yang kemudian berpotensi memunculkan gelombang tsunami dan menerjang wilayah pesisir pantai selatan Pulau Bali.

“Saat terjadi gempa kemungkinan besar berpotensi tsunami mengakibatkan wilayah pesisir sekitaran selatan Pulau Bali terdampak,” beber dia.

Namun, masyarakat tidak perlu khawatir, karena Pulau Bali memiliki Hutan Mangrove yang berfungsi sebagai penahan gelombang abrasi dan mereduksi dampak gelombang Tsunami.

Tempat evakuasi sementara jika terjadi tsunami juga telah dipetakan yakni berada di Lapangan Puputan Badung, Kodim 1611/Badung, dan Kantor Wali Kota disebut sebagai titik kumpul aman.

Selain itu, BPBD Kota Denpasar juga gencar melakukan sosialisasi dan simulasi dengan melibatkan masyarakat di pesisir selatan Pulau Bali khususnya Sanur dan Serangan.

“Keberadaan mangrove dapat menanggulangi tsunami, tempat evakuasi sementara, sosialisasi kepada masyarakat.

Setiap 26 april saat Hari Kesiapsiagaan Bencana, kami pasti melaksanakan simulasi penanggulangan bencana gempa bumi dan tsunami khususnya di Sanur dan Serangan,” kata Joni

“Ya kita semua tentunya berharap mudah-mudahan tidak terjadi, di Bali, tsunami memang jarang terjadi tapi potensi ada,” tutup dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved