Hasil Pemeriksaan Polisi Terkait Video Viral Pria Berotot di Denpasar: Mabuk, Ngaku Mukulin Orang

Aparat Polsek Denpasar Selatan (Densel) yang menyelidiki kasus video viral pria berotot menemukan fakta menarik

Hasil Pemeriksaan Polisi Terkait Video Viral Pria Berotot di Denpasar: Mabuk, Ngaku Mukulin Orang
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kompol I Nyoman Wirajaya ketika ditemui di kantornya terkait peristiwa video viral pria berotot yang mabuk dan melakukan penganiayaan, Kamis (20/2/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Aparat Polsek Denpasar Selatan (Densel) yang menyelidiki kasus video viral pria berotot menemukan fakta menarik.

Pria tersebut mabuk dan belum bisa dipastikan benar  terjadi tindak penganiayaan pada Selasa (18/2) malam.

"Dia dalam keadaan mabuk, ngaku-ngaku habis mukulin orang, tidak ada peristiwa, tidak ada laporan korban penganiayaan yang merasa dipukuli," kata Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol I Nyoman Wirajaya  saat ditemui Tribun Bali di ruang kerjanya, Rabu Kamis (20/2).

Kapolsek menjelaskan, terduga pelaku penganiayaan yang viral itu sekitar pukul 02.00 Wita diantar oleh ayahnya  ke Mapolsek Densel.

Dia  ditahan sampai jam 04.00 Wita untuk dimintai keterangan.

Setelah itu polisi mendampinginya menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebagaimana disebutkan di Jalan Sekuta, Sanur, Denpasar Selatan.

"Saat diminta ke TKP  dia lupa bingung dalam keadaan mabuk melakukan apa, dicek sampai tiga kali itu. Pagi setelah dia sadar kita pulangkan," ujarnya.

Mengenai foto yang tersebar luas, kata Kapolsek Wirajaya,  itu merupakan hasil editan  temannya.

"Diedit oleh temannya. Temannya yang mengedit kita panggil," katanya.

Seperti disaksikan Tribun Bali, pada Kamis (20/2) siang, polisi kembali menjemput terduga pelaku untuk dimintai keterangan tambahan.

Halaman
123
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved