Breaking News:

Kisah Pedagang Peti Jenazah Kerap Dengar Bunyi Ketukan & Peti Gerak Sendiri, Indra Ungkap Cerita Ini

Selain mendatangkan rejeki, Indra mengungkap cerita unik dan agak menyeramkan yang pernah dialaminya sebagai pedagang peti jenazah

KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO
Indra pedagang peti jenazah di Jalan Bouraq No 55 Pintu Air Kota Tangerang, Kamis (20/2/2020). 

"Jadi dua jenis peti ini kami kembangkan," kata dia, saat berbincang dengan Kompas.com di tokonya, Kamis (20/2/2020).

Berawal dari toko sederhana, lapak dagangan beserta gudang tempat penyimpanan peti-peti jenazah miliknya kini memiliki luas hingga 500 meter persegi.

Sebagai generasi ketiga Sinar Terang, ternyata Indra tidak melulu mengambil untung dari bisnis kematian peti jenazah tersebut.

Indra mengatakan, meski bisnis tersebut tergolong menggiurkan karena satu peti jenis suipan bisa laku terjual Rp 250 juta, bisnis berkaitan dengan kedukaan seseorang tidak bisa dianggap main-main.

Dia tidak ingin merasa bisnisnya seperti bisnis yang mengambil keuntungan dan kesenangan di balik kepergian seseorang yang dicintai keluarganya.

Itu sebabnya, kata Indra, bisnis peti jenazah tersebut ia jadikan sebagai ladang gerakan sosial.

"Kami subsidi silang," tutur Indra.

Dari cara tersebut, mereka yang kaya, tidak berkeberatan membayar lebih untuk sebuah peti kualitas tinggi untuk disubsidikan kepada mereka yang mungkin tak punya cukup rezeki untuk membeli peti.

Kata Indra, ini menyangkut kedukaan bagaimana agar setiap orang di peristirahatan terakhirnya mendapat peti yang layak untuk beristirahat.

Selain membeli, tak sedikit pelanggan Sinar Terang secara suka rela membeli peti jenazah untuk disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved