Tiga Bulan di Bangli, Truk Tinja Senilai Rp.1 Miliar Belum Beroperasi

Dua unit truk tinja Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman belum beroperasi, Ini alasannya

Tiga Bulan di Bangli, Truk Tinja Senilai Rp.1 Miliar Belum Beroperasi
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Armada truk tinja milik dinas PUPR Perkim Bangli 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Tiga bulan sejak sampai di Bangli, dua unit truk tinja Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR Perkim) Bangli belum beroperasi.

Belum beroperasinya truk tersebut lantaran dinas tidak memiliki tenaga operator.

Dua unit truk tinja tersebut merupakan pengadaan tahun 2019 dari bidang Kawasan Permukiman (Perkim).

Walau telah tiga bulan berada di Bangli namun dua armada senilai Rp. 1,056 miliar itu masih terparkir di gudang alat berat di wilayah Dusun Bangklet, Desa Kayubihi, Bangli, Bali.

Hujan Dan Angin Kencang Semalaman, Satu Keluarga Tewas Tertimpa Tembok Kamar Saat Tidur

Kembangkan Benoa Maritim Tourism Hub, Pelindo III Jalin Kerjasama Dengan 8 BUMN

Sebelum Tahu Ashraf Sinclair Meninggal, BCL : Bentar Dong Bangun Nih Bantuin Pilih Foto

Sekretaris Dinas PUPR Perkim Bangli, I Made Soma, Kamis (20/2/2020) tidak memungkiri jika kedua armada itu belum pernah dioperasionalkan. Ini tidak terlepas dari persoalan tekhnis diantaranya tenaga supir maupun operator.

Walaupun untuk anggaran bahan bakar minyak diakui telah dianggarkan.

“Kalau untuk supir sebenarnya banyak di Dinas PU, namun untuk tenaga operatornya yang belum ada. Paling tidak kami membutuhkan masing-masing dua orang untuk operator dan supir, dan saat ini tengah dievaluasi,” katanya.

Soma mengaku telah berbicara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan armada penyedot tinja, ihwal pengoperasionalan.

Sebab tidak dipungkiri jika semakin lama tidak beroperasi, truk pengangkut tinja berpotensi rusak.

“Kalau target secepatnya, biar tidak terlalu lama truk itu diam (tidak beroperasi),” ucapnya.

Pejabat asal Kabupaten Gianyar itu menyebut, sesuai rencana dua armada penyedot tinja akan disewakan ke masyarakat.

Kendati demikian masih perlu dibuatkan perda sewa.

Sedangkan mengenai pembuangan limbah, Soma mengaku pihaknya masih melakukan survey di masing-masing kabupaten yang memiliki tempat pengolahan limbah.

“Sebelumnya sudah sempat berbicara dengan Kabupaten Klungkung. Bagaimana kelanjutannya kami belum tau. Yang jelas jika sudah ada kepastian bagaimana persyaratannya, akan dibuatkan MoU dengan kabupaten lain untuk pengolahan limbahnya,” ucap Soma. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved