9 Siswa Tewas dalam Tragedi Susur Sungai, Kepala Sekolah Mengaku Tak Tahu Ada Kegiatan

Kepala SMP Negeri 1 Turi, Tutik Nurdiyana, mengaku tidak mengetahui program kegiatan susur sungai.

9 Siswa Tewas dalam Tragedi Susur Sungai, Kepala Sekolah Mengaku Tak Tahu Ada Kegiatan
Dok.Pusdalops DIY
Kegiatan Susur Sungai SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta 

TRIBUN-BALI.COM- Tragedi kegiatan susur sungai dalam rangka kegiatan pramuka di SMP Negeri 1 Turi, Sleman menewaskan sebanyak 9 orang pelajar.

Para siswa ini hanyut terseret arus di Sungai Sempor saat mengikuti kegiatan Pramuka susur sungai.

Kepala SMP Negeri 1 Turi, Tutik Nurdiyana, mengaku tidak mengetahui program kegiatan susur sungai.

Namun demikian, kegiatan tersebut merupakan program lama.

Mengenal Susur Sungai dan Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

Cerita Siswa Selamat saat Susur Sungai, Ketika Kami di Tengah-tengah Sungai, Tiba-tiba Arus Besar

250 Siswa SMPN 1 Turi Ikut Kegiatan Susur Sungai, 6 Orang Ditemukan Meninggal Terseret Arus

"Kami atas nama sekolah mohon maaf atas terjadinya musibah ini yang benar-benar tidak kami prediksi dari awal, tidak menduga," ujar Tutik dalam konferensi pers di sekolahnya, Sabtu (22/2/2020).

Tutik menyampaikan, SMP Negeri 1 Turi mempunyai ekstrakurikuler pramuka.

Kegiatan pramuka digelar setiap hari Jumat dari pukul 13.30 WIB sampai 15.30 WIB.

Kegiatan susur sungai merupakan program rutin pada ekstrakurikuler pramuka di SMP Negeri 1 Turi.

"Bagi kami mungkin anak-anak penduduk Turi, mereka familiar dengan lingkungan Turi, jadi bukan hal yang khusus," katanya.

Menurutnya, ada tujuh orang yang mendampingi saat kegiatan susur sungai.

Halaman
123
Editor: Huda Miftachul Huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved