Breaking News:

Tugas dan Fase Penanggulangan Kebencanaan Petugas BPBD, Pahlawan Masyarakat Dikala Tertimpa Bencana

Tugas dan Fase Penanggulangan Kebencanaan Petugas BPBD, Pahlawan Masyarakat Dikala Tertimpa Bencana

Dok. BPBD Bangli
Tim gabungan saat membersihkan material lumpur dampak banjir bandang, di Banjar Hulun Danu, Desa Songan, Kintamani, Sabtu (8/2/2020). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketika ada potensi bencana diperlukan langkah manajemen yang terdiri dari berbagai siklus dan tahapan prosedur.

Seperti disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kota Denpasar Ida Bagus Joni Ariwibawa kepada Tribun Bali, Minggu (23/2/2020).

Saat terjadi bencana, BPBD menjadi garda terdepan untuk sesegera mungkin berada di lokasi peristiwa, bersinergi dengan unsur lain seperti TNI, Polri dan unsur kelompok relawan.

"Segala upaya atau kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pencegahan, mitigasi, kesiapan, tanggap darurat dan pemulihan berkaitan dengan bencana yang dilakukan pada sebelum, pada saat dan setelah bencana," kata Joni

Karet Bendungan Tukad Penet Jebol, Warga Denpasar Mengeluh Tak Dapat Air Sampai Jarang Mandi

Launching Buku Jejak Studi Pemuda-Pemudi Bali di Luar Negeri, Beri Inspirasi Pada Anak Muda Bali

Tanda Kamu Telah Kecanduan Pornografi, Begini Risiko Kecanduan Pornografi

Ia berkata, ada beberapa kegiatan dalam manajemen bencana, meliputi pencegahan, mitigasi, kesiapan, peringatan dini, tanggap darurat.

Lalu, bantuan darurat, recovery, rehabilitasi dan rekonstruksi.

Ada empat siklus penanggulangan bencana mulai dari situasi tidak terjadi bencana, situasi terdapat potensi bencana, pada saat bencana terjadi dan setelah bencana terjadi.

"Pencegahan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai upaya umtuk menghilangkan dan/atau mengurangi ancaman bencana. Misalnya melarang pembakaran hutan dalam perladangan, melarang penambangan batu di daerah yang curam," jelasnya.

Langkah pencegahan adalah dengan membuat Peta Daerah Bencana, mengadakan dan mengaktifkan isyarat-isyarat tanda bahaya, menyusun Rencana Umum Tata Ruang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved