Nasib WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess Mulai Putus Asa, Ketakutan dan Tak Mau Mati Perlahan

Kru kapal pesiar Diamond Princess di Yokohama, Jepang, meminta kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk melakukan evakuasi.

Nasib WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess Mulai Putus Asa, Ketakutan dan Tak Mau Mati Perlahan
dok/ist
Sejumlah WNI yang bekerja di Kapal Pesiar Diamond Princess meminta Presiden Joko Widodo untuk segera mengevakuasi. 

Nasib WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess Mulai Putus Asa, Ketakutan dan Tak Mau Mati Perlahan

TRIBUN-BALI.COM - Kru kapal pesiar Diamond Princess di Yokohama, Jepang, meminta kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk melakukan evakuasi.

Mereka berharap pemerintah menjemput tidak menggunakan kapal laut karena akan memakan waktu dua pekan perjalanan.

"Kepada Pak Presiden Jokowi yang terhormat, kami yang berada di Diamond Princess di Yokohama sudah sangat takut, ibaratnya dibunuh pelan-pelan," ungkap satu kru di sana.

Pada Kamis (20/2/2020) lalu, pemerintah memang sudah mendiskusikan terkait evakuasi lewat jalur laut.

Kapal yang akan digunakan adalah kapal medis milik Angkatan Laut RI, yaitu KRI Dr Soeharso.

Kapal tersebut kini berada di dermaga Komando Armada Dua (Koarmada II) Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Kepada ABC Indonesia, Sasa, satu kru kapal, mengungkapkan bahwa negara lain sudah memberikan kepastian evakuasi.

"Kru dari India akan dievakuasi pada Senin (24/2/2020), dan kru dari Filipina akan dievakuasi pada Selasa (25/2/2020)," ujar Sasa.

Sasa juga menerangkan bahwa banyak kru kapal asal Indonesia sudah berputus asa bisa pulang lebih awal.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved