Sempat Pecah, Tawur Kesanga Gianyar Kembali Satu

Pelaksanaan upacara tawur kesanga antara Desa Pakraman dan Pemkab Gianyar akan digelar bersamaan

Sempat Pecah, Tawur Kesanga Gianyar Kembali Satu
Dok. Pribadi Dewa Ketut Adi Putra
Foto ilustrasi upacara Tawur Kesanga yang digelar di Lapangan Puputan Badung, Rabu (6/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pelaksanaan upacara tawur kesanga atau upacara pembersihan alam menjelang Hari Suci Nyepi antara Desa Pakraman Gianyar dan Pemkab Gianyar akan kembali digelar bersamaan.

Pada Nyepi sebelumnya, kedua belah pihak sempat 'bercerai' karena ketidaksepahaman menentukan sulinggih.

Saat itu Pemkab Gianyar berkeinginan ritual melibatkan sulinggih dari semua soroh (sarwa sadaka).

Sementara desa pakraman tetap pada dresta (kebiasaan leluhur) menggunakan tri sadaka (tiga sulinggih).

Rumah Jabatan Wakil Ketua DPRD Karangasem Tidak Terurus

Jersey Bali United Disebut Seperti Koran Berjalan Banyak Iklannya, Ini Pembelaan Manajemen

Diduga Karena Sakit, WNA Belanda Meninggal Dunia di Sanur

Data yang dihimpun Tribun-Bali.com, Selasa (25/2/2020), perpecahan tersebut menyebabkan Nyepi tahun lalu, di Gianyar Kota ada dua tawur.

Tawur desa pakraman dilakukan di catuspata lapangan Astina Gianyar, Bali.

Sementara, Pemkab Gianyar menggelarnya di catuspata taman kota Gianyar.

Hal ini sempat menyebabkan situasi relatif panas.

Dalam menciptakan situasi kondusif kembali, Pemda dan Desa Pakraman melakukan pembehasan intens selama dua bulan ini.

Bahkan dalam pembahasan tersebut diikuti langsung oleh Kepala Satuan Bimas Polres Gianyar, Kasat Intel Polres Gianyar hingga PHDI Bali.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved