BMKG: Kondisi Cuaca Ekstrem Semakin Sering Sejak 30 Tahun Terakhir

Berdasarkan data historis serta analisa klimatologis BMKG, sejak tahun 1866 hingga 2019, proyeksi atau perkembangan perubahan iklim menjadi penyebab

Tribun Bali/M. Fredey Mercury
Banjir mengepung wilayah Kota Bangli, Senin (18/3/2019), Banjir tampak terjadi di rumah jabatan Bupati Bangli, Jl Kusumayudha, Banjar Kawan, dan SMPN 2 Bangli hingga menyebabkan panyengker jebol. 

TRIBUN-BALI.COM - BMKG memaparkan terkait cuaca ekstrem yang sering terjadi belakangan ini.

Sejak awal tahun pada 2020, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) selalu memantau perkembangan cuaca Indonesia yang cenderung dianggap masuk kategori cuaca ekstrem.

Berdasarkan data historis serta analisa klimatologis BMKG, sejak tahun 1866 hingga 2019, proyeksi atau perkembangan perubahan iklim menjadi penyebab utama cuaca ekstrem yang terjadi hingga awal tahun 2020 ini.

Meskipun proyeksi atau pemantauan perkembangan perubahan iklim telah dilakukan sejak 1866, tapi perubahan yang terjadi dalam bentuk cuaca ekstrem mulai terjadi sejak 1900-an.

"Ini bukan cuaca yang biasa saja, dari yang kami pantau adalah kondisi perkembangan cuaca ekstrem sejak tahun 1900-an sampai tahun 2020," kata Dwikorita Karnawati M.Sc, selaku Kepala BMKG, Selasa (25/2/2020).

Peringatan Dini BMKG untuk wilayah Indonesia, Akan Ada Gelombang Tinggi di Perairan Bali

Dipaparkan Dwikorita, akumulasi curah hujan tertinggi awalnya terjadi di tahun 1918, dengan curah hujan per hari mencapai 125,2 mm per hari.

Kemudian, kondisi ekstrem pada tahun 1918 itu terjadi lagi pada tahun 1950.

Pada pengulangan terjadinya kondisi ektrem tersebut, BMKG memperhitungan selisih jumlah tahun kondisi terulang.

Dari tahun 1918 menuju tahun 1950, membutuhkan waktu 32 tahun lamanya sampai bisa terjadi kondisi cuaca ekstrem.

"Sejak tahun berikutnya setelah itu, semakin singkat selisih tahunnya, dan intensitasnya semakin meningkat, yang tadinya hanya 125,2 mm per hari sekarang bisa mencapai 377 mm dalam satu hari. Itu terjadi pada awal tahun baru 2020," ujar Dwikorita.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved