Breaking News:

Pengurus Baru Minta Musda Golkar DPD II Dipercepat

Kepengurusan Golkar Bali baru mendorong adanya Musda serupa di kabupaten/kota yang selama ini dijabat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I

NET
Golkar. Pengurus Baru Minta Musda Golkar DPD II Dipercepat 

Pengurus Baru Minta Musda Golkar DPD II Dipercepat

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Usai terselenggaranya Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Bali.

Kini kepengurusan Golkar Bali baru mendorong adanya Musda serupa di kabupaten/kota yang selama ini dijabat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II.

Ini seperti yang disampaikan Sekretaris DPD I Golkar Bali, Made Dauh Wijana, Selasa (25/2/2020).

Ia mengatakan tiga bulan dari sekarang, kepengurusan DPD II dengan ketuanya Plt akan didefinitifkan melalui mekanisme Musda.

Terkait dengan kandidat-kandidatnya, ia mengaku menyerahkan kepada jajaran pemegang suara di DPD II.

Bahkan, ia menegaskan tidak akan ada intervensi dalam hal tersebut.

"Soal orang-orangnya (ketua definitif) tergantung aspirasi (kader) di bawah nantinya. Saya rasa mereka yang bertugas sebagai Plt Ketua DPD II kemarin, merupakan kader-kader yang punya komitmen," paparnya.

Namun, Ketua DPD II Golkar Gianyar ini mengaku mengenai Musda diserahkan kepada apsirasi dari para kader di daerah-daerah tersebut.

Seperti diketahui, saat Demer menjabat sebagai Plt Ketua DPD Golkar Bali menggantikan Ketut Sudikerta yang tersandung kasus penipuan, terjadi gejolak penolakan internal Golkar muncul pasca-penunjukkan Demer sebagai Plt Ketua Golkar Bali tersebut.

Hal ini membuat Demer pada saat ini memberhentikan enam ketua DPD II yang dianggap mbalelo.

Keenam Ketua DPD II tersebut diantaranya Plt Ketua Kabupaten Bangli diemban I Gusti Made Winuntara menggantikan Wayan Gunawan, Plt Ketua Jembrana dijabat Made Suardana menggantikan Wayan Suardika, Plt Golkar Badung oleh Wayan Suyasa menggantikan Wayan Muntra.

Lalu Plt Karangasem dijabat IGN Setiawan menggantikan Made Sukerana, Plt Golkar Tabanan diemban Nyoman Wirya menggantikan Ketut Arya Budi Giri dan Plt Golkar Buleleng dijabat IGK Kresna Budi menggantikan Made Adi Djaya.

"Tapi soal didefinitifkan atau tidak itu tergantung aspirasi di bawah nanti," tandasnya.

(*)

Penulis: Ragil Armando
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved