700 Petugas Dikerahkan Atasi Sampah Kiriman di Sepanjang Pantai Pererenan Hingga Jimbaran

Total ada sebanyak 700 petugas gabungan yang dikerahkan untuk menangani fenomena sampah kiriman di sepanjang Pantai Pererenan hingga Pantai Jimbaran

700 Petugas Dikerahkan Atasi Sampah Kiriman di Sepanjang Pantai Pererenan Hingga Jimbaran
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Petugas URC Desalut Badung tengah membersihkan sampah kiriman dengan alat berat, di Pantai Kuta, Badung, Bali, Kamis (27/2/2020). 700 Petugas Dikerahkan Atasi Sampah Kiriman di Sepanjang Pantai Pererenan Hingga Jimbaran 

700 Petugas Dikerahkan Atasi Sampah Kiriman di Sepanjang Pantai Pererenan Hingga Jimbaran

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Total ada sebanyak 700 petugas gabungan yang dikerahkan untuk menangani fenomena sampah kiriman di sepanjang Pantai Pererenan hingga Pantai Jimbaran.

"Total ada 700 petugas gabungan, tidak hanya Unit Reaksi Cepat (URC) Desalut Badung saja, melainkan dari petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Badung lainnya, turut membantu," kata Koordinator URC Desalut Made Gede Dwi Payana kepada Tribun Bali, Kamis (27/2/2020)

Made menerangkan, penanganan dibagi dalam total 10 zona, zona I depan Wantilan Keramat Seseh hingga Echo Beach Bali, Zona X dari batas pantai Kedonganan dan Jimbaran hingga Four Season.

"Setiap zona ada petugas yang mengatasi musibah sampah ini, ada sekitar 13 pantai, ada yang satu atau dua pantai digabung satu zona," kata dia.

Seperti diketahui, dalam sepekan terakhir objek wisata Pantai Kuta mulai didatangi sampah kiriman angin barat.

Fenomena ini lazim terjadi setiap tahunnya.

Salah seorang penjaga jasa selancar dan penyewaan tempat duduk bersantai, Ongky Bere Bisik memaklumi fenomena yang sudah menjadi pemandangan sehari-hari dalam kurun waktu 6 tahun terakhir.

Ia berharap cepat ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

Minimal dengan segera membersihkan sampah, karena ia khawatir akibat sampah yang menumpuk mengurangi daya tarik wisatawan terhadap ikon Pulau Bali ini.

"Harapannya ya bisa segera diatasi, kan kalau penuh sampah begini tidak enak pemandangannya, wisatawan malah disuguhi sampah, seperti ini kan tempat duduk saya ini kan depannya sampah, orang jadi tidak tertarik tidak menyewa," kata dia.

(*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved