Fenomena Sampah Kiriman di Pantai Kuta, Biasanya Terjadi November, Kini Baru Muncul Januari Lalu

Sampah kiriman tersebut akibat faktor curah hujan, gelombang tinggi dan hembusan angin muson barat

Fenomena Sampah Kiriman di Pantai Kuta, Biasanya Terjadi November, Kini Baru Muncul Januari Lalu
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Tumpukan sampah di Pantai Kuta, Badung, Bali, Kamis (27/2/2020). Fenomena Sampah Kiriman di Pantai Kuta, Biasanya Terjadi November, Kini Baru Muncul Januari Lalu 

Fenomena Sampah Kiriman di Pantai Kuta, Biasanya Terjadi November, Kini Baru Muncul Januari Lalu

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sepekan terakhir objek wisata Pantai Kuta mulai didatangi sampah musiman kiriman angin barat.

Fenomena ini terjadi setiap tahunnya.

Tahun lalu volume sampah bisa mencapai ribuan ton.

Pantauan Tribun Bali, jenis sampah kiriman mulai dari ranting, kayu, rumput laut, hingga sampah plastik lokal.

Sebanyak 4 alat berat dan 2 beach cleaner dikerahkan tim dari petugas Unit Reaksi Cepat Deteksi Evakuasi Sampah Laut Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Badung.

Sampah kiriman tersebut akibat faktor curah hujan, gelombang tinggi dan hembusan angin muson barat.

Koordinator URC Desalut Made Gede Dwi Payana menyebut, sampah ini merupakan fenomena musiman yang tidak bisa dihindari sampai sekarang, namun ada yang aneh dengan tahun ini.

"Ini sampah musiman kiriman angin muson barat, ada pergeseran waktu, biasanya terjadi dari bulan November sampai Maret, tapi tahun ini baru muncul awal Januari kemarin, bisa saja karena curah hujan tahun ini berbeda dari tahun lalu," kata Made saat dijumpai Tribun Bali di sela-sela aktivitas pembersihan sampah.

Halaman
12
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved