Nelayan Penerima Asuransi di Tabanan Terus Menurun, Dinas Diduga Kurang Sosialisasi

Program asuransi nelayan di Tabanan tak terserap maksimal. Diduga karena Dinas Perikanan kurang melakukan sosialisasi tentang manfaat asuransi ini

Nelayan Penerima Asuransi di Tabanan Terus Menurun, Dinas Diduga Kurang Sosialisasi
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Seorang nelayan memperbaiki perahunya di pesisir Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan, Selasa (8/10/2019). Nelayan Penerima Asuransi di Tabanan Terus Menurun, Dinas Diduga Kurang Sosialisasi 

Nelayan Penerima Asuransi di Tabanan Terus Menurun, Dinas Diduga Kurang Sosialisasi

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Program asuransi nelayan di Tabanan tak terserap maksimal.

Diduga karena Dinas Perikanan kurang melakukan sosialisasi tentang manfaat asuransi ini.

Tahun 2019, jumlah penerima asuransi sebanyak 273 orang, jauh dibandingkan jumlah nelayan yang mencapai 1.100 lebih.

Data yang berhasil diperoleh Tribun Bali, jumlah nelayan yang terdaftar sebagai penerima asuransi setiap tahunnya terus menurun.

Tahun 2016, nelayan yang menerima asuransi sebanyak 428 orang, tahun 2017 sebanyak 597 orang, 2018 sebanyak 386 orang, dan tahun 2019 lalu yang menerima bantuan asuransi ini hanya 273 orang.

Sementara tahun 2020 masih menunggu proses pendataan.

Kepala Dinas Perikanan Tabanan, AA Raka Icwara mengatakan, minat nelayan berbeda-beda.

Ada yang antusias dan ada juga yang tidak.

Selama tahun 2019 lalu, dan masih aktif saat ini, jumlahnya 273 orang, menurun dibanding tahun 2018 lalu sebanyak 386 orang.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved