Terlibat Penganiayaan, WNA Iran Ini Diadili

Mehdi Mahmoudi Kalouei, duduk sebagai terdakwa terkait tindak pidana penganiayaan

Tribun Bali/Putu Candra
Mehdi didampingi penerjemahnya saat menjalani proses pelimpahan tahap II di Kejari Denpasar terkait tindak pidana penganiayaan yang dilakukannya. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mehdi Mahmoudi Kalouei (36) hanya bisa menunduk sembari mendengarkan penerjemahnya menterjemahkan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pria asal Iran ini duduk sebagai terdakwa terkait tindak pidana penganiayaan dengan korbannya bernama Masoud Katami.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan di muka persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (27/4/2020), terdakwa dikenakan dakwaan tunggal.

Terhadap dakwaan tersebut, Mehdi tidak menyatakan tidak mengajukan eksepsi atau keberatan.

Akibat Virus Corona, Jemaah Umrah Terancam Terganggu Keberangkatannya

Ramalan Zodiak Karir 28 Februari, Scorpio Jangan Bersaing, Taurus Memiliki Kesempatan Untuk Maju

Khusus Untuk Para Jomblo, Ini Ramalan Zodiak Cinta Jomblo 28 Februari 2020, Cancer Bersabarlah

Dengan tidak diajukan keberatan, majelis hakim pimpinan I Ketut Kimiarsa menunda sidang.

Sidang akan kembali digelar pekan depan dengan agenda pemeriksaan para saksi.

Sementara dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Ni Komang Swastini mewakili Jaksa I Made Lovi Pusnawan diterangkan, atas perbuatannya, pria kelahiran Iran 11 Februari 1981 ini dikenakan dakwaan tunggal.

Mehdi Mahmoudi Kalouei dinilai melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP.

Dalam berkas perkara diurai singkat awal mula terdakwa melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap korban.

Bahwa pada hari Rabu, 12 April sekitar pukul 20.00 Wita di seberang Restoran Pasargad Jalan Diana Pura, Kuta, Badung, Bali, diduga terjadi penganiayaan yang dilakukan terdakwa terhadap korbannya, Masoud Katami.

Awalnya korban berada di restoran tersebut untuk meeting.

Sebelum korban masuk tempat meeting, datang lah terdakwa dan langsung memukul korban.

Terdakwa memukul belakang leher korban sebanyak lima kali, sehingga membuat korban jatuh tersungkur.

Kembali terdakwa memukul dada korban.

Akibatnya korban mengalami sakit di bagian leher, kelapa pusing dan dada sesak. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved