Raya Malaysia Angkat Muhyiddin Yassin Sebagai Perdana Menteri, Bukan Anwar Ibrahim

Orang yang justru menjadi PM Malaysia kedelapan adalah Muhyiddin Yassin, mantan menteri dalam negeri sekaligus Presiden Partai Pribumi

Raya Malaysia Angkat Muhyiddin Yassin Sebagai Perdana Menteri, Bukan Anwar Ibrahim
AFP/MOHD RASFAN via KOMPAS.COM
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kanan) bersama tokoh politik Anwar Ibrahim (tengah) dan Menteri Dalam Negeri Muhyiddin Yassin (kiri) pada 1 Juni 2018. 

TRIBUN-BALI.COM, KUALA LUMPUR - Mengejutkan. Itulah yang terjadi di Malaysia di tengah drama politik yang memanas dalam sepekan terakhir.

Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah, tidak mengangkat Mahathir Mohamad atau Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri.

Orang yang justru menjadi PM Malaysia kedelapan adalah Muhyiddin Yassin, mantan menteri dalam negeri sekaligus Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu).

Kepastian pengangkatan Muhyiddin disampaikan langsung Kepala Rumah Tangga dan Keluarga Kerajaan, Ahmad Fadil Shamsuddin, Sabtu (29/2/2020).

Di Bali Tembus 21 Pasien dalam Pengawasan Virus Corona, se-Indonesia Tercatat 136 Orang

Juergen Klopp Sebut Manchester City Masih Mengancam Posisi Tim Asuhannya

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Sabtu 29 Februari 2020: Pisces Muram, Cancer Jomblo Ketemu Jodoh, nih!

Dilansir Channel News Asia, diangkatnya Muhyiddin terjadi setelah Agong menggelar pertemuan dengan seluruh anggota parlemen Negeri "Jiran".

Dari hasil pertemuan tersebut, Raja Malaysia menetapkan bahwa sosok yang memegang mayoritas di lembaga legislatif Negeri "Jiran" adalah Muhyiddin.

"Karena itu, raja sudah memutuskan Muhyiddin sebagai PM Malaysia sejalan dengan Artikel 40(2)(a) dan 43(2)(a) Konstitusi Federal," jelas Fadil.

Dia menuturkan Presiden Bersatu itu akan segera dilantik di Istana Negara pada Minggu (1/3/2020) pukul 10.30 waktu setempat.

Fadil menjelaskan, Raja Malaysia berargumen pengukuhan Muhyiddin tidak boleh ditunda karena berhubungan dengan masa depan negara.

"Beliau berharap, ini adalah keputusan terbaik bagi siapa pun, dan berharap juga hasil ini akan mengakhiri krisis politik yang terjadi," paparnya.

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved