Tidak Tahan Mencium Aroma Bangkai Babi, Warga Banjar Kawanan Buleleng Mengungsi ke Balai Banjar

Warga Banjar Dinas Kawanan, Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng terpaksa mengungsi ke balai banjar karena tidak tahan aroma bangkai babi

Tidak Tahan Mencium Aroma Bangkai Babi, Warga Banjar Kawanan Buleleng Mengungsi ke Balai Banjar
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
POS PENGUNGSIAN - Wayan Marsa menunjuk baliho bertuliskan pos pengungsian di Balai Banjar Dinas Kawanan, Jumat (28/2/2020). Tidak Tahan Mencium Aroma Bangkai Babi, Warga Banjar Kawanan Buleleng Mengungsi ke Balai Banjar 

Tidak Tahan Mencium Aroma Bangkai Babi, Warga Banjar Kawanan Buleleng Mengungsi ke Balai Banjar

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sebanyak 16 warga Banjar Dinas Kawanan, Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng terpaksa mengungsi ke balai banjar, Kamis (27/2/2020) malam.

Mereka tidak tahan mencium aroma bangkai babi dari PT Anugrah Bersama Sukses (ABS), salah satu perusahaan ternak babi terbesar di Buleleng

Ratusan ekor babi di peternakan tersebut mati mendadak.

Warga mengaku sempat melihat bangkai babi yang belum seluruhnya dikubur pihak  PT ABS.

Ada beberapa bangkai yang ditemukan tergeletak di dalam kandang isolasi.

Hal ini menimbulkan aroma menyengat sehingga mengganggu kenyamanan warga yang tinggal di dekat lokasi perusahaan.

Mereka  mengungsi sementara waktu ke Balai Banjar Kawanan.

Hal ini antara lain diakui warga Banjar Dinas Kawanan, Desa Bila, Wayan Marsa (52), yang rumahnya berada tepat di belakang PT ABS. 

Ditemui Jumat (28/2/2020), Marsa mengaku mencium aroma bangkai sejak pekan lalu.

Halaman
1234
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved