Breaking News:

Sponsored Content

Hadiri Melaspas Mendem Pedagingan Pura Puseh, Giri Prasta Ingatkan Krama Adat Pelaga Selalu Bersatu

Bupati Giri Prasta hadiri upacara melaspas dan mendem pedagingan yang digelar krama Desa Adat Pelaga

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Bupati Giri Prasta saat menghadiri upacara melaspas dan mendem pedagingan di Pura Puseh, Desa Adat Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Bali, dan bertepatan dengan Hari Suci Kuningan, Sabtu (29/2/2020). Hadiri Melaspas Mendem Pedagingan Pura Puseh, Giri Prasta Ingatkan Krama Adat Pelaga Selalu Bersatu 

Hadiri Melaspas Mendem Pedagingan Pura Puseh, Giri Prasta Ingatkan Krama Adat Pelaga Selalu Bersatu

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Seiring rampungnya pembangunan dan penataan pelinggih Ida Betara di Pura Puseh, Desa Adat Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Bali, Sabtu (29/2/2020), krama Desa Adat Pelaga melaksankan upacara melaspas dan mendem pedagingan.

Upacara yang bertepatan dengan Hari Suci Kuningan itu dihadiri I Nyoman Giri Prasta selaku Bupati Badung sekaligus Krama Desa Adat Pelaga.

Giri Prasta saat itu diberikan kehormatan ikut melaksanakan prosesi mendem pedagingan di salah satu pelinggih.

Pada kesempatan itu, ia didampingi Mangku Gede Pura Luhur Pucak Mangu, Camat Petang I Wayan Darma, Pj Perbekel Desa Pelaga I Dewa Made Widana, serta tokoh masyarakat setempat.

Pelaksanaan upacara ini dipuput Ida Pedanda Gede Ngurah Putra Keniten Geria Kediri Sangeh.

Rampungnya pembangunan dan penataan Pura Puseh dan Desa Adat Pelaga itu karena mendapat bantuan Pemerintah Kabupaten Badung Rp 3,5 miliar.

Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta yang juga tokoh adat masyarakat Pelaga mengajak masyarakat selalu bersatu dalam melaksanakan kegiatan di desa adat agar semua bisa berjalan sesuai dengan rencana dan harapan.

Lebih lanjut Giri Prasta melakukan musyawarah dengan tokoh Desa Adat Pelaga mengenai rencana kerja desa adat.

Rancangan tersebut seperti sejumlah agenda yakni penataan kantor desa adat dan LPD, ngodak tapakan ratu gede, nyekah bersama dan ngusaba desa dan ngusaba nini.

"Sesuai dengan sastra agama ngusaba desa lan ngusaba nini seharusnya dilaksanakan setiap 30 tahun sekali oleh desa adat. Namun kita di Desa Adat Pelaga dalam kurun waktu 50 tahun terakhir belum melaksanakannya. Untuk itu, saya bersama tokoh dan pengelingsir desa adat sudah sepakat akan melaksanakan upacara ngusaba desa lan ngusaba nini tahun 2021 dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar,” ujarnya.

Bupati Giri Prasta juga mengatakan, mengingat banyaknya agenda penting desa adat yang akan dilaksanakan, pihaknya meminta krama agung Desa Adat Pelaga untuk bersatu.

“Bersatu, setengah perjuangan kita sudah berhasil. Semoga dengan yadnya tulus yang kita haturkan kepada Sang Hyang Widhi Wasa, Desa Adat Pelaga berserta isinya memperoleh kedamaian kebahagiaan dan kelimpahan rezeki," tegas Giri Prasta.

 (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved