Breaking News:

Viral di Medsos Hingga Kunjungan Membeludak, Kini Ranu Manduro Ditutup Pemilik Lahan

Tak sedikit pengunjung dari luar kota berbondong-bondong ingin menyaksikan keindahan alam Ranu Manduro

Editor: Irma Budiarti
Mohammad romadoni/surya
Pemandangan padang savana Ranu Manduro viral di Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Tempat ini mendadak viral diperbincangkan netizen di media sosial. Viral di Medsos Hingga Kunjungan Membeludak, Kini Ranu Manduro Ditutup Pemilik Lahan 

"Saya masih bantu warga minta izin perusahaan di Surabaya," ungkapnya.

Belum ada keterangan resmi dari pemilik lahan terkait penutupan kawasan Ranu Manduro yang merupakan bagian dari bekas area pertambangan sirtu tersebut.

Penutupan ini berselang satu hari setelah tim Divisi Pariwisata dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pemkab Mojokerto meninjau langsung ke lokasi Ranu Menduro.

Kepala Dipaspora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo menjelaskan Pemkab Mojokerto bukan yang menutup kawasan Ranu Manduro tersebut.

"Itu bukan dari Pemkab Mojokerto keliatannya (penutupan, Red) yang punya lahan," jelasnya.

Ia mengatakan, dari hasil kajian di lapangan pihaknya memastikan lahan Ranu Manduro ini merupakan milik perusahaan swasta.

"Iya mas, itu ternyata lahan milik swasta kalau dijadikan tempat wisata ya terserah saja, namun agar segera diurus perizinannya," terangnya.

Masih kata Susilo, pihaknya tidak melarang ada masyarakat maupun pengunjung yang berada di Ranu Manduro.

Terpenting, mereka harus waspada dan berhati-hati lantaran tempat itu merupakan lokasi bekas tambang.

"Untuk pengunjung juga harus hati-hati karena bekas galian, dikhawatirkan tanahnya masih labil apalagi sekarang cuaca hujan masih ekstrem," celetuknya.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved