Ketua LPD Tuwed Ini Jadi Tersangka Korupsi Dana LPD

Dewa Putu Astawa ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana warga, menggunakan dana LPD untuk kepentingan pribadi.

Istimewa
Foto: Tersangka Ketua LPD Tuwed Saat Diperiksa di Kantor Kejari Jembrana, Selasa (3/3/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dugaan kasus korupsi dana LPD (Lembaga Perkreditan Desa) Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, akhirnya menyeret Ketua LPD Dewa Putu Astawa.

Babak baru kasus ini menetapkan Dewa Putu Astawa sebagai tersangka kasus korupsi dana warga tersebut.

Penetapan tersangka ini dilakukan, Selasa (3/3/2020) di Kejaksaan Negeri Jembrana.

Kajari Jembrana, Pipiet Suryo Priarto W menyatakan, bahwa dari pemeriksaan terhadap terperiksa, akhirnya statusnya dinaikkan menjadi tersangka.

Update Teror Virus Corona! di China 50 Persen Sembuh, di Indonesia Begini Perintah Jokowi

Rampok dan Aniaya WNA Jepang, Fahrudin Dituntut 10 Tahun Penjara

Tangis Mega Ayu Pecah, Pergaulan Bebas di Denpasar Bali Bareng Luki Benar-benar Membawa Petaka

Hal itu dilakukan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh Bidang Pidana Khusus Kejari Jembrana.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan pidsus, Kejari telah menetapkan satu tersangka juga berdasarkan audit pengelolaan keuangan LPD Tuwed.

"Kerugian yang dialami warga dari satu tersangka ini mencapai Rp 800 juta,” terang Pipiet didamping Kasi Pidsus, Ivan Praditya Putra.

Pipiet mengurai, modus kejahatan korupsi tersangka ini, yakni dengan menggunakan dana LPD untuk kepentingan pribadi atau menggunakan dana pinjaman warga ke LPD untuk pribadinya.

Namun, tim akan melakukan pemeriksaan tahap selanjutnya dengan memanggil saksi-saksi.

Sebab, dalam kasus ini, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved