Berita Pemkot Denpasar

Tingkatkan Pemahaman Sekolah Ramah Anak, Dinas P3P2KB Denpasar Gelar Pelatihan Sehari Undang Guru

Dinas P3P2KB menggelar Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) dan Sekolah Ramah Anak (SRA) Tahun 2020

Humas Pemkot Denpasar
Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menggelar Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) dan Sekolah Ramah Anak (SRA) Tahun 2020, di Gedung Wanita Santi Graha, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). Tingkatkan Pemahaman Sekolah Ramah Anak, Dinas P3P2KB Denpasar Gelar Pelatihan Sehari Undang Guru 

Tingkatkan Pemahaman Sekolah Ramah Anak, Dinas P3P2KB Denpasar Gelar Pelatihan Sehari Undang Guru

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P3P2KB) menggelar Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) dan Sekolah Ramah Anak (SRA) Tahun 2020, di Gedung Wanita Santi Graha pada Selasa (3/3/2020).

Dalam kesempatan tersebut, hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar I Made Toya bersama Kadis P3P2KB IGA Laksmi Dharmayanti, serta mengundang ratusan tenaga pendidik TK, PAUD, dan SD/MI Negeri dan Swasta se-Kota Denpasar.

Turut hadir pula sebagai narasumber dari Fasilitator Sekolah Ramah Anak dan LBH Apik Bali.

Wali Kota Denpasar dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar I Made Toya mengatakan, anak merupakan potensi dan penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang memerlukan perlindungan dalam rangka menjamin pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental, dan sosial secara utuh.

Pasal 28B Ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan, setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dan kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.

Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana, terutama dalam mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang efektif dan efisisen, sehingga peserta didik dalam hal ini anak- anak, khususnya dapat secara aktif mengembangkan potensi diri yang nantinya diharapkan dapat mewujudkan dalam dirinya kekuatan spiritual keagamaan yang tinggi, kecerdasan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan yang akan berguna bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara, upaya pencapaian proses belajar ini tentunya harus didukung oleh semua pihak.

Dinas P3P2KB Kota Denpasar memiliki peran terhadap perlindungan anak dan telah mendorong dunia pendidikan di Kota Denpasar agar dapat mewujudkan suatu kondisi sekolah atau lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, ramah dan menyenangkan bagi anak, atau disebut sekolah ramah anak (SRA) agar anak terpenuhi haknya.

Hal ini penting mengingat 8 jam dalam sehari anak berada di sekolah, sehingga melindungi anak selama waktu itu harus menjadi prioritas.

Dengan pelatihan ini diharapkan cita-cita mewujudkan anak indonesia yang sehat, cerdas, ceria berakhlak mulia, dan kegiatan ini menjadi pedoman bagi pemkot untuk berperan aktif bersama semua komponen masyarakat, menciptakan berbagai program dan inovasi terkait pentingnya pemenuhan hak anak dalam memberikan perlindungan anak demi kepentingan seluruh anak.

Sementara Kadis P3P2KB Kotra Denpasar IGA Laksmi Dharmayanti mengatakan, Kota Denpasar menuju Kota Layak Anak dengan Kategori Utama telah melaksanakan kegiatan Sekolah Ramah Anak, dan telah mendapatkan Penghargaan salah satu sekolah, yaitu SD 26 Pemecutan sebagai SRA Tingkat Nasional Tahun 2019, dan SMP Dwijendra SRA tahun 2018, ke depannya diharapkan semakin banyak sekolah yang mendapat penghargaan untuk mewujudkan Kota Layak Anak.

"Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah memberi panduan kepada penyelenggra institusi pendidikan dalam mewujudkan sekolah ramah anak dan menyosialisasikan Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual terhadap Anak, dan juga bertujuan memberikan pemahaman tentang pembentukan dan pengembangan sekolah ramah anak, sebagai acuan langkah-langkah pembentukan dan pengembangan SRA serta sebagai acuan pemantauan dan evaluasi SRA di Kota Denpasar. Setelah kegiatan ini peserta akan diserahkan tugas untuk mengimplementasikan hasil pelatihan ini agar mencapai tujuan yang diinginkan di sekolah masing-masing," ujarnya.

Salah satu peserta, Lusi, yang merupakan salah satu pengajar di TK Permata Hati Padangsambian, Denbar mengapresiasi pelaksanaan pelatihan ini.

"Hal yang bagus sebagai orangtua murid yang belum banyak mengetahui tentang Sekoah Ramah Anak, semoga setelah pelatihan ini bisa menginformasikan ke orangtua murid lainnya sekiranya apa yang bisa dilakukan terkait SRA ini," ucapnya.

(*)

Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved