Corona di Indonesia

Okupansi Hotel di Gianyar Merosot Pasca Isu Virus Corona, PLN Persilahkan Cuti Daya & Penurunan Daya

Satu di antaranya terkait permasalahan merosotnya kunjungan wisatawan, yang berdampak pada turunnnya okupansi.

TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Wisatawan asing berjalan di kawasan Ubud, Gianyar, Bali pada Rabu (12/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – PLN Bali Timur menggelar pertemuan dengan sejumlah media yang meliput di Bali Timur, meliputi Gianyar, Bangli, Klungkung dan Karangasem, di Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat (6/3/2020).

Dalam pertemuan itu, ada beberapa permasalahan yang dibahas.

Satu di antaranya terkait permasalahan merosotnya kunjungan wisatawan, yang berdampak pada turunnnya okupansi.

Okupansi atau keterisian kamal hotel ini, berdampak pada biaya operasional hotel.

Selama ini, pembayaran listrik menjadi salah-satu pengeluaran besar pihak hotel.

Lalu, apa yang ditawarkan PLN untuk meringankan beban tagihan listrik hotel-hotel di Bali Timur?

Manajer UP3 PLN Bali Timur, Edi Cahyono tidak menampik, kondisi pariwisata Bali saat ini dalam tekanan, dimana pendapatan Bali mengalami penurunan mencapai Rp 140 miliar.

Sejak beberapa hari ini, sejumlah hotel pun menanyakan apakah ada kebijakan untu pembayaran listrik, terkait kondisi ini.

Namun PLN Bali Timur masih menunggu kebijakan dari pusat.

“Yang bisa kami tawarkan saat ini, kalau penggunaan listriknya sedikit boleh cuti daya selama 12 bulan. Pilihan lain, bisa ajukan penurunan daya, nanti ketika kondisi sudah normal silahkan lakukan kenaikan daya, saat naik daya ini biayanya ini dapat diskon 50 persen. Tapi ini khusus untuk listrik tegangan menengah,” tandasnya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved