Turis Anjlok Akibat Virus Corona, Begini Keluh Kesah Tour Guide di Bali

Wanita yang kerap disapa Dewi Opik ini kini terpaksa menganggur sejak turis China berhenti plesir ke Bali.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana kedatangan penumpang internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang harus melewati thermal scanner dan menyerahkan Health Alert Card yang telah diisi sebelumnya 

Turis Anjlok Akibat Virus Corona, Begini Keluh Kesah Tour Guide di Bali

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ni Kadek Sumadewi tak menyangka virus Corona yang menyerang China dan menjalar hingga ke-77 negara di dunia, akan berdampak besar pada kariernya sebagai tour guide.

Wanita yang kerap disapa Dewi Opik ini kini terpaksa menganggur sejak turis China berhenti plesir ke Bali.

“Kebetulan saya memang tour guide wisman China, dan sudah sejak 4 tahun lalu saya lakoni,” katanya kepada Tribun Bali di Denpasar, Kamis (5/3).

Selama 4 tahun, ia meng-handle tamu asal Negeri Tirai Bambu. Baik itu seharian full (one day) ataupun paket antara 2-10 turis.

“Rata-rata turis China itu sukanya main ke Uluwatu, Tanah Lot, Ubud, Kuta, Seminyak, Bedugul, Kintamani, hingga Lovina,” sebutnya.

Turis China suka permainan watersport, rafting, ATV, swing, ke waterfall hingga destinasi yang viral dan unik di Bali.

Baik itu destinasi berkaitan budaya maupun alam, termasuk shopping juga disukai wisman China.

Namun sejak ditutupnya akses penerbangan China ke Bali, kini banyak tour guide dan driver menganggur.

“Setahu saya, guide China asli Bali ga terlalu banyak, kebanyakan memang orang Jawa yang dulu pernah kerja di China, orang Jakarta, Batam, hingga Tanjung Pinang,” jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved