Karena Isu Virus Corona, Kamar Hotel Sepi, OYO PHK 5.000 Karyawannya

Perusahaan ini lahir dari India tahun 2013 dan berkembang pesat hingga valuasinya mencapai 10 miliar dollar AS.

(booking.com)
Kamar di Hotel Homiko Oyo 1565, Pacitan 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA- Jaringan hotel budget, OYO Hotels, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sekitar 5.000 karyawannya di sejumlah negara.

Pengurangan pegawai paling drastis terjadi di China. Dilansir dari Bloomberg, Sabtu (7/3/2020), langkah PHK OYO merupakan imbas dari penyebaran wabah virus corona atau Covid-19 yang membuat bisnis pariwisata dan penginapan di beberapa negara babak belur sejak akhir tahun lalu.

OYO merupakan salah satu startup terbesar yang dimiliki SoftBank.

Perusahaan ini lahir dari India tahun 2013 dan berkembang pesat hingga valuasinya mencapai 10 miliar dollar AS.

Lesunya kinerja OYO ini tentunya sangat berdampak besar pada SoftBank.

Rakasasa investasi asal Jepang ini sebelumnya mengalami kerugian besar setelah startup lain yang disokongnya, WeWork, juga tekor.

Pada Januari lalu, OYO juga merumahkan lebih dari 2.100 karyawannya di India, China, dan Amerika Serikat.

"Fokus pertama kami di tahun 2020 adalah pertumbuhan dengan profitabilitas," kata CEO OYO Ritesh Agarwal.

Agarwal menyebut akan mengurangi sekitar 17 persen dari total karyawannya saat ini sebanyak 30.000 secara global.

"Pada saat kami telah menyelesaikan program restrukturisasi, OYO akan memiliki lebih dari 25.000 karyawan di seluruh dunia," ungkapnya.

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved