Ngopi Santai

Bagaimana Menangani Kecemasan Berlebihan terhadap Virus Corona ?

Isu virus corona bisa menjadi pemicu kecemasan, begini cara-cara menangani rasa cemas terkait virus corona,

Pixabay
Ilustrasi wanita yang sakit flu 

Sampai tingkat tertentu, itu setidaknya bisa membuat Anda cukup tenang (mengurangi kecemasan), karena Anda telah melakukan apa yang dapat Anda lakukan sebagai antisipasi. 

4) Namun, Belling menegaskan, akan berguna untuk mengingatkan diri sendiri bahwa rasa khawatir tidak akan mengubah apa pun.

Dengan kata lain, selesaikan hal-hal yang ada dalam kendali Anda, seperti mempraktikkan pola hidup bersih dan membuat rencana kesiapsiagaan.

Serta, cobalah untuk tidak panik tentang hal-hal yang belum terjadi.

5) “Jika Anda jatuh sakit karena ada masalah pernapasan, ingat ada peluang yang jauh lebih besar bahwa Anda terkena flu musiman atau flu biasa daripada terjangkit COVID-19.”

Demikian kata Dr. George Zgourides, dokter sekaligus psikolog klinis asal Texas yang juga penulis buku ‘Stop Worrying About Your Health` (Berhentilah Mencemaskan Kesehatan Anda).

Flu musiman atau flu biasa menunjukkan gejala-gejala yang mirip dengan COVID-19 (yakni batuk, demam, dan sesak napas).

Padahal, di Amerika Serikat (AS) saja, saat ini flu musiman dan flu biasa menyerang orang dalam jumlah yang jauh lebih besar.

Diperkirakan ada 29 juta orang di AS yang menderita flu pada musim ini.

Coba bandingkan angkanya dengan 60 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi sejauh ini di AS.

"Kita harus meletakkan kasus-kasus ini dalam konteksnya,” kata Zgourides.

Bedakan antara kemungkinan sangat kecil dan jauh (possibility) dan ada kemungkinan tetapi masih belum tentu juga (probability).

6) Tetapi jika Anda terus-menerus mendapati diri Anda memikirkan kesiapan darurat, kata Zgourides, maka tidak ada salahnya Anda mendatangi seorang profesional untuk menangani kecemasan Anda itu.

7) Zgourides juga merekomendasikan teknik sederhana berikut ini:

Jika Anda memiliki pikiran yang obsesif (terhadap virus corona atau hal-hal negatif lainnya), maka katakan “Stop !" dengan keras tatkala pikiran obsesif itu muncul.

Atau, pasang karet gelang di salah-satu pergelangan tangan Anda.

Jika pikiran obsesif terlintas, langsung tariklah karet gelang itu dan lepas.

Memang saat tarikan karet gelang itu dilepas, pergelangan tangan akan sakit terkena jepretannya, tapi itu salah-satu cara untuk mengingatkan bahwa saat itu pikiran Anda sudah berlebihan dan harus `dijewer`.    

 (*)

Penulis: Sunarko
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved