Alumni PMKRI Toraja Pastikan Ikut Konfernas Forkoma di Makassar Akhir Maret 2020
Menurut Taslim, kehadiran alumni PMKRI Toraja dalam Konferensi diungkapkan Ketua Forkoma Makasar Yunggi Adrian Siri.
Penulis: DionDBPutra | Editor: DionDBPutra
TRIBUN-BALI.COM, TORAJA - Para alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia ( PMKRI) yang berdomisili di Tanah Toraja dipastikan ambil bagian dalam Konferensi Nasional (Konfernas) ke-3 Forkoma PMKRI di Makassar 28-29 Maret 2020.
Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Pengurus Nasional (BPN) Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI Hermawi Taslim kepada Tribun Bali, Senin (9/3/2020) malam.
Menurut Taslim, kehadiran alumni PMKRI Toraja dalam Konferensi diungkapkan Ketua Forkoma Makasar Yunggi Adrian Siri.
Yunggi menginformasikan bahwa Forkoma Tanah Toraja telah dibentuk dengan ketuanya Nikodemus P.Mangera, SE, politisi senior kini menjabat anggota DPRD Tanah Toraja.
• 10 Drama Korea Ini Kisahkan Perempuan Kuat & Berkarakter, Ada Atlet, Manager Hotel hingga Detektif
• Ramalan Zodiak Cinta Besok Selasa 10 Maret 2020, Pasangan Aquarius Tahu Kamu Tidak Jujur
Menurut Yunggi Adrian Siri seperti dikutip Taslim, potensi alumni PMKRI di Tanah Toraja sangat besar. Dari segi kuantitas, jumlah alumni PMKRI di Toraja, terbanyak ketua setelah Makassar. Oleh karna itu sudah sangat wajar kalau Forkoma dibentuk di Toraja.
Ketua Forkoma terpilih Tanah Toraja Nikodemus P Mangera mengatakanpekerjaan pertama yg akan ia lakukan adalah registrasi dan rekruitmen seluruh alumni PMKRI di Tanah Toraja ke dlm wadah Forkoma.
Selanjutnya menghimpun masukan untuk memperkaya tema Konfernas PMKRI tentang deklarasi Abudhabi yang merupakan pernyataan bersama Paus Fransiskus dengan imam besar Al Azhar.
Hermawi Taslim menyambut baik perkembangan positif dengan terbentuknya Forkoma Tanah Toraja.
Menurut Taslim, aspirasi pembentukan Forkoma itu sudah lama menggema dan terakhir ketika tahun lalu dia ke Toraja menjadi nara sumber sidang raya Senior GMKI.
Kala itu saat berdialog dengan DPC PMKRI Tanah Toraja, muncul keinginan kuat akan kehadiran Forkoma di Toraja.