Dibutuhkan Jasmani Sehat dan Kuat Untuk Menjadi Seorang Prajurit TNI Angkatan Udara
tes samapta yang dilaksanakan para casis merupakan bagian dari rangkaian tes yang harus mereka ikuti.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA -Setelah dinyatakan lulus tes pemeriksaan kelengkapan administrasi dan tes kesehatan tahap satu, casis tamtama gelombang pertama Tahun Angkatan (T.A) 2020 mengikuti tes kesamaptaan jasmani di Lapangan Komplek TNI AU I Gusti Ngurah Rai, Rabu (11/3/2020).
Kasibinjas Lanud I Gusti Ngurah Rai Mayor Kes Adi Kusman, mengatakan bahwa tes samapta yang dilaksanakan para casis merupakan bagian dari rangkaian tes yang harus mereka ikuti.
“Untuk menjadi seorang prajurit TNI Angkatan Udara, selain dibutuhkan mental dan tekad yang kuat, juga diperlukan jasmani yang sehat agar mampu menghadapi dinamika tantangan tugas yang semakin berat,” ujar Mayor Kes Adi Kusman.
Tes kesemaptaan jasmani meliputi samapta A yaitu lari selama 12 menit serta samapta B yang terdiri dari pull-up, sit-up, push-up, dan shuttle run, kemudian dilanjutkan dengan renang sepanjang 25 m.
• Terkait Pencegahan Penyebaran Virus Corona, Ini Imbauan Menteri Ketenagakerjaan kepada Perusahaan
• Keputusan Cerdas Istirahatkan Spaso Akibat Cedera
• Sasar Pasien yang Jarang Berobat, Puskesmas 2 Denpasar Utara Siapkan Damakesmas
Sebelum tes kesemaptaan dimulai, para casis terlebih dahulu melaksanakan tensi, kemudian pemanasan dan peregangan yang dipimpin oleh personel staf Binjas Lanud I Gusti Ngurah Rai.
“Dengan melakukan pemanasan terlebuh dahulu maka darah dan oksigen akan mengalir ke otot sehingga siap untuk dipacu kerja lebih berat yang tidak mengakibatkan cidera otot dan cedera sendi,” imbuhnya.
Bagi casis yang dinyatakan lulus tes samapta mereka akan melaksanakan tahap tes selanjutnya yaitu penelitian personel, screening Pom, kesehatan tahap dua sampai dengan sidang penentu akhir tingkat daerah.(*)